
Patrolmedia :-: Miguel Angel Felix Gallardo alias El Padrino atau “The Godfather”, merupakan bapak para gembong narkoba Meksiko, pendiri Kartel Guadalajara di eranya.
Felix memulai karier kriminalnya di bawah kepemimpiman Pedro Aviles Perez sang “Mexican drug lord” generasi pertama yang berbisnis narkotika jenis ganja.
Pada 1980, ia menggulingkan Pedro Aviles dan mendirikan kartel Guadalajara, menyatukan para pengedar dengan dukungan Dirección Federal de Seguridad (DFS) atau Badan Intelijen dan Kepolisian Rahasia Mexico.
Felix kartel narkoba Meksiko pertama yang menjualkan kokain kartel Cali asal Kolombia ke Amerika Serikat menggunakan modal kekayaannya dari hasil penjualan ganja. Ia berhasil merusak elit Meksiko, termasuk menteri pertahanan negara itu.
Tahun 1985, ia menjebak sahabatnya Rafael Caro Quintero dan rekannya Ernesto Fonseca Carrillo alias Don Neto atas pembunuhan agen Drug Enforcement Administration (DEA) AS, Enrique Camarena Salazar alias Kiki Camarena.
Ia memulai pemerintahan tirani atas kartelnya dan perang dengan kartel Teluk serta terlibat konflik pasif dengan kartel Cali.
Sederet peristiwa menyebabkan perpecahan organisasinya yang menjadi panggung bagi perang narkoba Meksiko.
Kehidupan Awal
Lahir 1946 di negara bagian Sinaloa, Meksiko, Felix sebagai polisi dan menjadi pengawal Leopoldo Sanchez Celis, Gubernur Sinaloa saat itu.
Bekerja dengan Sanchez memungkinkannya membuat koneksi ke dunia hitam dan memulai bekerja untuk menyelundupkan mariyuana Pedro Aviles Perez.
Karir Penyelundupan Felix Pindah ke Guadalajara
Awal tahun 80-an, sahabat Felix, Rafael Caro Quintero menciptakan jenis tanaman mariyuana tanpa biji, walau sempat diburu para militer untuk ditangkap.
Setelah mencegah penangkapan Rafael oleh militer, Felix Gallardo meyakinkan Aviles untuk ekspansi ke Guadalajara yang lebih aman.
Sebab, Felix melihat peluang besar dari hasil tanaman ganja Rafael dan mencari tempat terpencil di Guadalajara.
Aviles tertarik dan mengirim Felix ke Guadalajara untuk bernegosiasi dengan Naranjo bersaudara yang juga penyelundup ganja. Ia didampingi Rafael dan Ernesto Fonseca Carrillo tiba di Guadalajara.
Disana, Gallardo malah membunuh salah satu saudara Naranjo ketika penawaran bisnisnya ditolak bahkan diejek.
Ketiganya ditangkap DFS dan Gallardo meyakinkan agen DFS untuk membawanya ke Juan Jose Esparragoza Moreno, seorang komandan DFS yang juga penyelundup narkoba.
Jose Esparragoza tertarik dengan ganja Sinsemilla tanpa biji milik Rafael dan komandan DFS itu membunuh saudara Naranjo lainnya. Felix Gallardo pun mendapat izin menanam ganja di Guadalajara.
Felix, Rafael, dan Don Neto mendapat lahan yang luas di tengah gurun pasir yang tandus, tempat Felix mewujudkan niatnya membangun kerajaan narkoba. Lahan tersebut akhirnya berkembang pesat menjadi Rancho Bufalo, pertanian mariyuana utama di Guadalajara.
Mendirikan Kartel Guadalajara
Dengan dukungan DFS, Felix berencana mengubah sindikat narkotika atau dikenal dengan istilah “plaza system” dengan menyatukan para gembong Mariyuana di semua negara bagian Meksiko masuk ke jaringan Aviles untuk mendapat keuntungan besar.
Ia pergi ke Ciudad Juarez dan mengajak keponakan Don Neto yakni Amado Carrillo Fuentes yang juga penyelundup ganja.
Gallardo, Ernesto dan Amado bertemu mentornya Pablo Acosta menyampaikan rencana Felix untuk menyatukan para gembong ganja.
Meski Acosta sebelumnya telah bersiteru dengan bosnya Felix, Aviles, namun Acosta menyetujui rencana Felix itu.
Felix Gallardo meyakinkan Acosta kalau bosnya sedang mencari perdamaian. Ketiganya pergi ke Tijuana dan bertemu dengan para saudara Arellano Felix dipimpin Benjamin dan Ramon Arellano Felix.
Gallardo dibantu sosialita Sinaloa, Isabella Bautista untuk mengatur pertemuan para bandar.
Dalam pertemuan itu, Aviles kembali bersiteru dengan Pablo Acosta yang menyebabkan para gembong lain bubar dari rapat dan rencana Felix pun buyar.






















