
Aviles marah dan akan membunuh Felix dengan memaksanya pulang ke Sinaloa, namun di perjalanan mereka dicegat DFS bersama Don Neto.
Don Neto menembak anak buah Pedro Aviles dan membebaskan Felix Gallardo dari mobil. Di kesempatan itu, Felix juga menembak mati Aviles.
Sementara, sopir Pedro Aviles bernama El Chapo Guzman tak dibunuh, asalkan berjanji akan setia dibawah kendali Félix.
Disinilah cikal bakal El Chapo Guzman meniti karirnya sebagai kartel Sinaloa terbesar setelah kerajaaan kartel Guadalajara yang dipimpin Felix hancur. Ia bernama lengkap Joaquin Archivaldo Guzman Loera atau dikenal El Chapo (si cebol).
Setelah Aviles tewas, Kartel Guadalajara akhirnya terbentuk, Felix menjadi pemimpin yang sangat kaya raya dan mulai menjalani kehidupan glamor.
Ia menjadi pemasok mariyuana tanpa biji nomor wahid se antero Meksiko.
Dari Ganja Beralih ke Kokain
Di suatu ketika, saat Gallardo mengirim senjata ke militer pemberontak Nikaragua, dirinya sempat disiksa oleh kelompok separatis tersebut.
Nasib baik, Gallardo diselamatkan seorang CIA yang menemani mereka. Sebelum pulang ke Meksiko, Migual Felix sempat melihat tumpukan kokain di gudang militer Nikaragua yang tak bisa dijual.
Rekan CIA Felix menginformasikan bahwa rute Karibia yang digunakan kartel Kolombia untuk menyelundupkan kokain ke AS ditutup. Hal itu membuat kartel Colombia tak bisa beroperasi.
Miguel pun memanfaatkan peluang besar dalam menggunakan rute narkoba untuk menyelundupkan kokain Kolombia ke Amerika Serikat (AS).
Miguel Felix bersama Isabella Bautista bertemu Juan Matta-Ballesteros, pedagang kokain asal Honduras yang bekerja untuk Sicilia Falcon, penjahat asal Kuba yang kabur ke Meksiko.
Juan Matta memberikan 2 pilihan ke Gallardo sebelum memperkenalkan 2 kartel raksasa di Kolombia yang memonopoli bisnis kokain di sejumlah negara.
Pertama, Kartel Medellin yang dipimpin Pablo Escobar, seorang individu yang temperamental dan sangat emosional.
Kedua, Kartel Cali yang dipimpin Gilberto Rodríguez Orejuela memiliki karakter yang bertolak belakang dengan Pablo Escobar.
Kartel Cali cenderung menempuh sistem yang aman, bernegosiasi, menyogok, bekerja sama. Berbeda dengan Kartel Medellin terkenal beringas, kejam, menerabas aturan namun disegani.
Miguel Felix Gallardo lebih memilih bekerjasama dengan Kartel Cali. Ia pun berangkat pertama bersama Isabella ke Kolombia bertemu Kartel Cali.
Setiba di Kolombia, Miguel tak langsung bertemu dengan Gilberto Rodríguez Orejuela. Pemimpin Kartel Guadalajara itu bertemu para bos kartel Cali yakni Miguel Orejuela, adik dari Gilberto Orejuela yang juga jadi pimpinan utama. Kemudian ada juga Jose Santacruz Londono alias Chepe dan striker utamanya Helmer Herrera alias Pacho.
Gallardo menawarkan kerjasama bisnis bahwa Kartel Guadalajara dapat membantu mengirimkan berton-ton paket kokain milik kartel Cali melewati rute lain.
Kartel Cali meragukan tawaran Felix. Mereka menganggap ada risiko besar yang belum dipahami Gallardo sebagai pemula. Namun ia tetap dapat meyakinkan para gentlemen of Cali.
Menurut Felix, jika kerjasama ini berhasil, kartel Medellin yang saat itu jauh lebih mapan dibanding kartel Cali, bisa segera bangkrut.
Berkat keyakinannya, Chepe, dan Pacho sepakat dengan syarat, semua biaya pengiriman termasuk kerusakan dan hal buruk lainnya ditanggung kartel Guadalajara.






















