Felix Gallardo Kartel Narkoba Meksiko Pertama yang Selundupkan Kokain Kolombia ke AS

Sukses di bisnis Ganja tanpa biji, Felix beralih ke kokain

Felix Gallardo Kartel Narkoba
Foto arsip 10 April 1989 ini menunjukkan pengedar narkoba Meksiko Miguel Angel Felix Gallardo di lokasi yang dirahasiakan. (Foto: AP)
Ilustrasi Miguel Felix menemui Agen DEA Amerika yang sedang diculik. (Foto: Screenshot/Serial TV: “Narcos”)

Kematian Agen DEA, Kiki Camerana jadi Awal Kehancuran Felix

Pada bulan November 1984, Rancho Bufalo ladang ganja milik kartel Guadalajara itu digerebek militer Meksiko.

Kerugian ditaksir hingga $8 miliar (nilai tahun 2018) bagi kartel tersebut. Felix baru saja diperingatkan beberapa menit sebelum penggerebekan oleh Zuno.

Kebingungan terjadi ketika Agen DEA Kiki Camarena mengetahui ladang ganja tersebut.

DFS mengidentifikasi sumber kebocoran berasal dari Agen DEA Enrique Kiki Camarena Salazar yang jauh-jauh hari telah menyelidiki ladang tersebut.

Don Neto menelepon Felix dari rumah besar Rafael, dan memberitahu, kalau Rafael telah memerintahkan penculikan Kiki Camerena karena ladang ganjanya dibakar militer yang dibocorkan Camarena.

Penculikan Camarena dilakukan agen DFS dipimpin Morlet dengan bantuan polisi Guadalajara.

Camarena diculik dan dipaksa buka suara terkait rencana DEA untuk penangkapan para kartel Guadalajara.

Awalnya, Gallardo tidak setuju dengan rencana penculikan Agen Camarena.

Felix menemui Rafael mengingatkan sahabatnya itu, bahwa Rafael sedang digunakan sebagai ‘kambing hitam’. DFS akan melimpahkan kesalahan kepada Rafael jika sewaktu-waktu situasi menjadi tak terkendali.

Felix berubah pikiran. Dirinya malah menyetujui penculikan dan penyiksaan terhadap Kiki Camarena.

Gallardo mengunjungi Kiki saat para penyiksa sedang beristirahat. Kedatangan Felix hanya ingin memberi tahu agen Amerika itu kalau semua sudah berakhir. Kiki menjawab, kekaisaran kamu (Felix) sudah berakhir.

Agen DEA, Kiki Camarena akhirnya tewas akibat penyiksaan yang berkepanjangan selama berhari-hari. Nyawanya tak tertolong dan DEA menemukan mayatnya di luar sebuah rumah pertanian di pedesaan pinggiran Meksiko.

Penyiksaannya terhadap Kiki terungkap, pemerintah AS meradang dan menutup perbatasan Meksiko sampai memaksa pemerintah Meksiko mengambil tindakan. Banyak politisi dan polisi Meksiko dipecat, kartel Guadalajar pun khawatir.

Situasi darurat, Rafael kabur ke Kosta Rika bersama pacarnya namun tak lama ia ditangkap polisi.

Gallardo dan Don Neto juga berencana hengkang dari Guadalajara, namun Don Neto tertangkap sementara Felix berhasil kabur.

Dibantu anggota DFS El Azul, Felix bersembunyi di pedesaan dengan mengantongi paspor palsu. El Azul menyebut DFS segera akan dibubarkan.

Sebagai balasan bantuan El Azul, Felix menjanjikan Azul untuk bergabung dengan kartelnya.

Perseteruan dengan Kartel Cali

Imbas dari kematian Agen Camarena, pemeriksaan perbatasan Amerika-Meksiko semakin ketat dijaga polisi dan tentara.

Hal itu menyulitkan pengiriman uang Felix ke Meksiko dari hasil penyelundupan kokain Cartel Cali di AS.

Hal ini menyebabkan berbagai masalah bagi kartel Guadalajara mapun kartel Cali lantaran tidak bisa menerima uang tunai.

Sementara itu Miguel Felix menggunakan uangnya untuk mengganti rugi plaza sistemnya, terutama saudara Arellano-Felix, kartel Tijuana. Belum lagi kartel Cali berhutang kepada kartel Guadalajara sebesar US$ 200 juta dolar AS.