Patrolmedia, Batam – Markas judi online di Batam digerebek, sejumlah WNA coba kabur lewat atap bangunan saat polisi mengepung lokasi.
Jaringan judol internasional ini diketahui bermarkas di sebuah ruko kawasan Sukajadi dan melibatkan puluhan warga negara asing dari berbagai negara.
Penggerebekan yang dilakukan Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Kepri pada Minggu (10/5) sore ini, berawal dari laporan warga yang curiga adanya aktivitas di dalam ruko tersebut.
Saat polisi tiba, para pelaku panik hingga nekat memanjat ke rooftop untuk menghindari penangkapan.
Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Nona Pricillia Ohei mengatakan, Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Kepri menerima informasi masyarakat terkait adanya aktivitas mencurigakan di sebuah ruko yang berlokasi di Sukajadi.
Menindaklanjuti informasi tersebut, personel langsung mendatangi lokasi dan pada pukul 17.50 WIB menemukan sejumlah aktivitas mencurigakan di dalam bangunan.
“Saat dilakukan pemeriksaan, beberapa orang terlihat berusaha melarikan diri melalui rooftop bangunan. Petugas kemudian mengamankan sejumlah orang yang berada di lokasi dengan bantuan pihak keamanan setempat,” ujar Nona dalam konferensi pers, Selasa (12/5/2026).
24 WNA dari 5 Negara Diamankan
Dirreskrimsus Polda Kepri, Kombes Pol Silvester Mangombo Marusaha Simamora, mengungkap ada total 24 WNA yang berhasil diringkus.
Mereka terdiri dari warga negara Vietnam, Filipina, Kamboja, Tiongkok, hingga Suriah.
“Hasil pemeriksaan awal, lantai satu dan dua bangunan digunakan sebagai tempat operasional judi online jenis lotre, sedangkan lantai tiga digunakan sebagai tempat tinggal mereka,” ujar Silvester dalam konferensi pers di Mapolda Kepri, Selasa (12/5/2026).
Berikut rinciannya:
- 14 WNA Vietnam
- 4 WNA Filipina
- 3 WNA Kamboja
- 2 WNA Tiongkok
- 1 WNA Suriah
Jaringan ini tergolong rapi dalam menjalankan aksinya.
Mereka memanfaatkan media sosial Facebook untuk melakukan siaran langsung (live streaming) untuk menarik minat pemain.






















