Sempat Sembunyikan Badik di Atap Kos, Penusuk Driver Ojol di Bengkong Akhirnya Menyerah

Driver Ojol di Bengkong
Polsek Bengkong merilis wajah pelaku penikam ojol di Golden City, Tanjung Buntung. (Foto: Ist)

Patrolmedia, Batam – Pelarian WAS (33), pelaku penusukan sadis terhadap seorang driver ojol di Bengkong, berakhir sudah.

Pelaku sempat mencoba menghilangkan jejak dengan menyembunyikan senjata tajam, pelaku akhirnya memilih menyerahkan diri ke Mapolsek Bengkong.

Kasus ini bermula dari duel akibat kesalahpahaman yang terjadi di jalan sebelum Masjid Cheng Hoo, Golden City, Tanjung Buntung, Selasa (28/4) malam.

Korban berinisial ME (32) menderita luka tusuk serius di bagian perut hingga harus dilarikan ke rumah sakit.

“Pelaku mengakui perbuatannya telah melakukan penganiayaan terhadap korban,” ujar Kanit Reskrim Polsek Bengkong, Iptu Apriadi, Rabu (29/4/2026).

Jslang menyerahkan diri, WAS sempat mencoba mengelabui polisi dengan menyembunyikan alat kejahatannya.

Tim Opsnal Polsek Bengkong bersama Unit Jatanras Polda Kepri melakukan pengembangan untuk mencari senjata yang digunakan pelaku.

Hasilnya, polisi menemukan satu bilah badik yang diselipkan di tempat tak terduga.

Pelaku menyembunyikan sajam tersebut di atap tempat kos milik kerabat pelaku di wilayah Bengkong.

Barang Bukti Lain yakni, 1 unit motor Honda Beat Street putih (BP 4876 UR) dan jaket yang digunakan saat beraksi.

Meski pelaku menyerahkan diri, polisi sebenarnya sudah mengantongi identitas WAS.

Polisi melacak jejak pelaku lewat data pemesanan yang tertinggal di ponsel milik korban.

“Petugas mendapatkan petunjuk penting dari data pemesanan pada telepon genggam korban, yang mengarah kepada identitas pelaku,” jelas Apriadi.

Kini, penusuk driver ojol di Bengkong itu terancam menghabiskan waktu lama di balik jeruji besi.

Ia dijerat pakai Pasal 469 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Polsek Bengkong pun mengimbau warga untuk terus memanfaatkan layanan Call Center 110 jika melihat tindakan kriminal di lingkungannya.

 

Editor: Erwin Syahril