Patrolmedia, Batam – BP Batam menggandeng PT McDermott Indonesia menanam 400 bibit Bambu Betung guna menjaga ketersediaan air baku di Batam agar tetap aman dalam jangka panjang.
Penanaman dipusatkan di Daerah Tangkapan Air (DTA) Bendungan Sei Nongsa seluas 21,55 hektare, Jumat (7/8/2026).
Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, menyebut pasokan air adalah kunci pembangunan kota yang tak bisa ditawar.
“Menanam pohon adalah menanam harapan. Apa yang kita lakukan hari ini menjaga lingkungan sekaligus memastikan keberlanjutan sumber daya air bagi generasi mendatang,” ujar Denny, dalam keterangan tertulis yang diterima Patrolmedia, Minggu (9/8/2026).
Ia menyebut kolaborasi seperti ini sejalan dengan komitmen BP Batam untuk menjaga keseimbangan antara percepatan pembangunan dan keberlanjutan lingkungan.
“Pembangunan Batam tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus didukung dengan pengelolaan sumber daya alam yang terus terjaga,” kata Denny.
Perwakilan PT McDermott Indonesia, Thomas A. Labrie, berharap aksi ini berdampak ekologis nyata dan mendorong lebih banyak pihak untuk peduli kelestarian air baku di Batam.
“Dengan penghijauan berkelanjutan ini juga sekaligus memperkuat kepedulian bersama terhadap lingkungan di Batam,” kata Thomas.
Ini alasan BP Batam memilih Bambu Betung untuk ketahanan air baku di Batam:
Penyerap Air Handal
Akar Bambu Betung dikenal sangat kuat mengikat tanah, mencegah erosi, dan mengunci cadangan air hujan.
Perkuat Waduk Vital
Bendungan Sei Nongsa sudah beroperasi sejak 1979 dan terus diandalkan menyuplai kebutuhan air warga.
Program CSR ini juga melibatkan akademisi Universitas Ibnu Sina Batam, DLH Kepri, DLH Batam, hingga kepolisian setempat.
(Ipl/Ipl)






















