Lokasi Pasti Video Viral Napi Nyabu VC-an di Jambi Masih Misteri

Viral Video Diduga Napi Beraksi di Sel: Pihak Lapas Jambi Lakukan Penyelidikan Mendalam

Sebuah video mengejutkan beredar luas di jagat maya, menampilkan seorang narapidana yang diduga tengah mengonsumsi narkotika jenis sabu di dalam sel penjara. Rekaman berdurasi hampir dua menit ini sontak menimbulkan kegaduhan publik, terutama karena narapidana tersebut terlihat sedang melakukan panggilan video (video call) sembari memegang sebuah alat isap yang umum digunakan untuk mengonsumsi sabu, lengkap dengan kepulan asap putih yang memenuhi ruangan. Kejadian ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai keamanan dan pengawasan di lingkungan lembaga pemasyarakatan.

Menyikapi maraknya video kontroversial tersebut, pihak Lapas Kelas IIA Jambi melalui Kepala Lapas, Syahroni Ali, telah memberikan tanggapan resmi. Syahroni menegaskan bahwa informasi yang beredar saat ini masih bersifat simpang siur dan belum dapat dipastikan kebenarannya secara spesifik. Ia menjelaskan bahwa penyebutan “Lapas Jambi” dalam unggahan video tersebut terlalu umum. Wilayah Jambi sendiri memiliki beberapa satuan kerja pemasyarakatan, termasuk Lapas di Muara Sabak dan Sarolangun, serta lembaga pemasyarakatan lainnya. Ketidakjelasan lokasi ini menjadi kendala awal dalam melakukan investigasi.

“Informasi yang beredar saat ini masih sumir, kami belum mengetahui secara pasti ini terjadi di Lapas mana. Pengunggah video hanya menyebutkan ‘Lapas Jambi’, padahal ada banyak satuan kerja pemasyarakatan di bawah naungan wilayah Jambi, seperti di Muara Sabak, Sarolangun, dan lainnya. Kami belum bisa memastikan lokasinya,” ujar Syahroni Ali.

Untuk itu, tim internal Lapas Kelas IIA Jambi segera bergerak cepat melakukan penelusuran mendalam. Tujuannya adalah untuk memverifikasi kebenaran identitas narapidana yang terekam dalam video tersebut, serta memastikan apakah benar-benar berasal dari salah satu lembaga pemasyarakatan di bawah pengawasan mereka.

Komitmen Tegas Terhadap Pemberantasan Narkoba

Meskipun lokasi kejadian belum teridentifikasi secara pasti, Kepala Lapas Kelas IIA Jambi, Syahroni Ali, telah menyatakan komitmen kuatnya dalam memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba di lingkungan lapas. Ia berjanji akan memberikan sanksi berat dan tindakan tegas tanpa kompromi kepada siapa pun, termasuk narapidana yang bersangkutan, apabila hasil penyelidikan membuktikan bahwa pelanggaran tersebut memang terjadi di bawah pengawasan Lapas Kelas IIA Jambi.

“Jika terbukti benar terjadi di sini, saya pastikan akan ada hukuman berat yang diberikan kepada narapidana yang terlibat. Kami tidak akan menoleransi segala bentuk pelanggaran, terutama yang berkaitan dengan narkoba,” tegas Syahroni.

Ironisnya, dugaan pelanggaran ini mencuat ke publik tidak lama setelah pihak berwenang di Jambi baru saja menyelesaikan serangkaian kegiatan razia rutin yang dilaksanakan di berbagai lembaga pemasyarakatan di wilayah tersebut. Operasi rutin ini biasanya bertujuan untuk mencegah masuknya barang-barang terlarang, termasuk narkoba, serta menjaga ketertiban dan keamanan di dalam lapas.

Saat ini, proses identifikasi identitas narapidana yang diduga terlibat dalam video tersebut dan validasi ruangan tempat kejadian berlangsung masih terus dilakukan secara intensif oleh pihak berwenang.

Instruksi Tindak Lanjut dari Kanwil Kemenkumham Jambi

Menanggapi beredarnya video viral ini, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Jambi, Irwan Rahmat Gumilar, juga telah memberikan instruksi kepada Kepala Lapas Jambi. Irwan Rahmat Gumilar secara resmi memerintahkan agar video viral tersebut segera didalami dan dilakukan pemeriksaan menyeluruh untuk mencari kebenarannya.

“Terkait dengan dugaan yang ada di dalam video tersebut, saya sudah memerintahkan Kepala Lapas Jambi untuk mendalami dan melakukan pemeriksaan guna mencari kebenarannya. Jika nanti terbukti ada pelanggaran, tentu akan kami tindak secara tegas sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Irwan Rahmat Gumilar.

Ia menambahkan bahwa pihaknya akan memastikan bahwa setiap tindakan yang dilakukan sesuai dengan prosedur dan peraturan yang ada. Pihaknya juga memastikan bahwa jika video viral yang menunjukkan aktivitas pidana narkoba tersebut benar terjadi di dalam Lapas Jambi, maka akan ada tindakan tegas yang diberikan kepada semua pihak yang terlibat.

“Kami berharap dugaan ini tidak benar adanya. Namun, jika memang terbukti, siapa pun yang terlibat pasti akan dikenakan sanksi tegas sesuai dengan peraturan yang berlaku di lingkungan pemasyarakatan,” tutup Irwan Rahmat Gumilar.

Proses penyelidikan yang sedang berjalan diharapkan dapat segera memberikan kejelasan mengenai kebenaran video tersebut dan menegakkan kedisiplinan serta integritas di dalam sistem pemasyarakatan di Jambi.