
Dia pun tak segan-segan membunuh orang-orang yang telah disuapnya jika terbukti berkhianat atau membocorkan rahasia kartel yang dipimpin Joaquin.
El Chapo pertama kali ditangkap di negara bagian Guatemala pada 1993 berkat kerjasama Pemerintah Meksiko.
Dari Guatemala, ia diektradisi ke Meksiko dan dikurung dalam penjara Almoloya de Juarez berkeamanan maksimum yang mana mustahil bisa keluar atau kabur dari situ.
Meski diadili atas tuduhan pembunuhan, namun ia dinyatakan bersalah atas perdagangan narkoba dan kepemilikan senjata api dan dijatuhi hukuman lebih dari 20 tahun penjara.
Ditengah menjalani hukum beberapa tahun, Chapo dibebaskan dengan skenario kabur dari Almoloya.
Berbagai sumber menyebut ia menyuap petinggi negara dari balik jeruji agar tetap terus mengelola organisasi kartel miliknya.
Pada 2001, El Chapo lantas kabur dengan bantuan sipir penjara. Sipir itu terbukti korup berdasarkan investigasi yang dilakukan tak lama setelah itu.
Pada awal abad ke-21, El Chapo dipercaya bertanggung jawab atas sebagian besar ganja dan kokain yang diperdagangkan di Kolombia dan Meksiko ke AS.
Dia juga diyakini menjadi penyelundup methamphetamine atau sabu-sabu terbesar di segitiga Asia-Meksiko-AS.
Kekayaan bersihnya diperkirakan mencapai US$1 miliar versi majalah Forbes 2009. Pendapatan tahunan kartelnya pun disebut sebesar US$3 miliar.
El Chapo merupakan gembong narkoba paling dicari pemerintah AS. Pada 2004, pemerintah AS sampai mengumumkan bakal memberi hadiah sebesar US$5 juta bagi siapa pun yang punya informasi mengenai El Chapo.
Pada 2012, Kementerian Keuangan AS membekukan aset anggota keluarga El Chapo di negara itu.
Setelah bertahun-tahun sembunyi, El Chapo ditangkap untuk kali kedua pada 2014. Penangkapan di Mazatlan, Meksiko, itu merupakan hasil operasi selama 7 hari kerjasama DEA dan Polisi Federal dan Marinir Meksiko.
Dia sempat kabur dan ditangkap lagi pada Januari 2016 lalu untuk ketiga kalinya. El Chapo benar-benar diekstradisi ke AS pada Januari 2017.
El Chapo dijatuhi hukuman penjara seumur hidup pada 2019. Dia sempat mengajukan banding atas vonisnya tersebut pada tahun yang sama, namun pengadilan menolak bandingnya dalam sidang Januari 2022 lalu.
Bos kartel Sinaloa ini mengaku tak tahan dengan siksaan mental dipenjara di AS.
Editor: Chandra Adi Putra






















