
Patrolmedia.co.id — El Chapo Guzman seorang gembong kartel narkoba ternama di Sinaloa, Meksiko, menjadi sorotan dunia internasional khususnya Amerika Serikat (AS).
Joaquin Archivaldo Guzman Loera atau yang dikenal El Chapo (si cebol), merupakan pemimpin kartel Sinaloa, salah satu organisasi kriminal terbesar dan terkuat di Meksiko sejak akhir abad ke-20.
Joaquin Guzman Loera lahir pada tahun 1957 di besarkan pedesaan La Tuna, Badiraguato, daerah miskin dan terpencil di Sinaloa. Kawasan itu sendiri merupakan tempat kelahiran sejumlah bandar narkoba kelas kakap Meksiko.
Melansir Britannica, Guzman Loera memulai karier kriminalnya pada 1980-an sebagai anggota kartel narkoba Guadalajara yang dipimpin Miguel Ángel Félix Gallardo.
Tak lama ia naik pangkat di organisasi tersebut setelah Guadalajara bubar pada akhir 1980-an, Guzman Loera menjadi pemimpin kartel Sinaloa.
Dikutip dari Themobmuseum, salah satu peristiwa penting yang secara tidak sengaja membuka jalan bagi kejayaan Chapo Guzman adalah insiden pembunuhan agen Drug Enforcement Administration (DEA) AS, Enrique Kiki Camarena pada tahun 1985.
Pembubaran Kartel Guadalajara imbas dari kematian agen tersebut, sebagai pembalasan dari penegak hukum Amerika dan menekan Pemerintah Meksiko untuk menindak, menciptakan kekosongan kekuasaan.
Perebutan kekuasaan pun terjadi. Pada 1989, sederet narco top atau gembong narkoba terkenal dipenjara, diantaranya Ernesto Fonseca, Miguel Angel Felix Gallardo dan Rafael Caro Quintero.
Sedangkan narco lainnya terbunuh dan sebagian lainnya buron, para pengedar narkoba yang tersisa terpecah dan di re-strukturisasi.
Sejak peristiwa itu, Joaquin memainkan perannya. Ia punya teknik dan strategi jitu dalam penyelundupan narkoba yang inovatif yakni membangun terowongan bawah tanah yang menghubungkan antara perbatasan Meksiko ke AS.
Terowongan itu tepatnya dilorong daerah Douglas Arizona, tersembunyi di saluran pembuangan.
Lorong Douglas memanjang sepanjang 300 kaki dan dilengkapi dengan penerangan, rel, dan ventilasi. Sesampai di Douglas, ada sebuah gudang untuk memuat narkoba.
Kartel Sinaloa ini juga kerap menyembunyikan narkoba di dalam cabai kaleng hingga alat pemadam kebakaran.
Dibawah kepemimpinannya yang sangat kuat, organisasinya memproduksi dan menyelundupkan berbagai jenis narkotika, mulai dari mariyuana, heroin, kokain, dan methamphetamine.
Ketika sedang jaya-jayanya, pemerintah Meksiko mulai menarget El Chapo yang dianggap mulai tak terkendali.
Ia terkenal berani menyuap dalam jumlah yang tak sedikit mulai dari setingkat Wali Kota, Gubernur, Kepolisian dan Militer untuk melancarkan urusan bisnis haramnya.






















