Kisah Pilu Vivi Yulistia Rahayu, Legislator Golkar Kabupaten Solok

Anggota DPRD Kabupaten Solok termuda, Vivi Yulistia Rahayu. (Foto: Ist)

Dengan Bupati Solok periode 1995-2005, Gubernur Sumbar 2005-2009 dan Menteri Dalam Negeri 2009-2014, Dr. Gamawan Fauzi, SH, MM, hubungan Epyardi Asda juga tidak bisa dikatakan “baik-baik saja”.

Kisah Sedih Vivi Yulistia Rahayu
Radiasi dari tensi Epyardi Asda yang seakan semakin tinggi, makin luas merambah ke segala arah. Secara langsung maupun tidak langsung, tindakan dan kebijakan yang dilakukan Epyardi Asda berikutnya kian mengoyak sisi sosial masyarakat.

Termasuk hubungan antara eksekutif dan legislatif, bahkan di internal kepegawaian di Pemkab Solok.

Seperti mosi tak percaya kepada Ketua DPRD Dodi Hendra, pemberhentian 1.700 tenaga harian lepas (THL), penghentian kerja sama dengan media cetak, penarikan mobil ambulans dari nagari-nagari, penarikan mobil dinas dan pencabutan kewenangan sebagai Pengguna Anggaran (PA) terhadap sejumlah pejabat Pemkab Solok, meminta UMMY Solok dan STAI Solok Nan Indah mengembalikan bangunan milik Pemkab yang sudah dipakai 2 kampus itu puluhan tahun, memeriksa Aqua pabrik Solok, hingga mengamuk di Puskesmas Tanjung Bingkung.

Khusus peristiwa mengamuknya Epyardi Asda di Puskesmas Tanjung Bingkung, Sabtu (12/6/2021), ternyata hal itu memberi luka tersendiri bagi Vivi Yulistia Rahayu.

Epyardi Asda mencak-mencak dan membentak-bentak Yuliarni, Kepala Puskesmas (Kapus) Tanjung Bingkung, yang merupakan ibu kandung dari Vivi Yulistia Rahayu.

Mengamuknya Epyardi karena menilai pelayanan kesehatan di Puskesmas itu sangat buruk.

Tentu saja, sebagai anak, Vivi Yulistia Rahayu tidak akan pernah mampu menerima orang tuanya dibentak-bentak, apalagi ditonton jutaan orang di media sosial, youtube, bahkan menjadi berita viral di media-media level nasional. Padahal, Partai Golkar tempat Vivi berkarier, adalah bagian dari koalisi pemerintah.

Bahkan, hingga saat ini, tidak ada “pembelaan” dan upaya “penyelesaian” dari DPD Partai Golkar Sumbar yang diketuai Bupati Solok Selatan Khairunnas, ataupun dari Sekretaris DPD Golkar Sumbar, Desra Ediwan Anantanur yang merupakan putra asli Kabupaten Solok. Apalagi dari Ketua DPD Golkar Kabupaten Solok Mukhlis, SH. Yakni dalam membela kader termasuk keluarga besarnya.

Bahkan, pada 29 Oktober lalu, Bupati Solok Epyardi Asda menyatakan banyak dajjal di Kabupaten Solok, yang menghalangi pemerintahannya mengabdi untuk masyarakat.