Patrolmedia, Jakarta – Partai Gerindra meminta Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersama jajarannya untuk fokus membantu pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Gerindra menilai urusan elektoral dan Pemilu 2029 belum saatnya dibahas.
“Kalau Pemilu kan masih lama. Sementara banyak persoalan kerakyatan yang membutuhkan solusi dari kita bersama,” kata Juru Bicara Gerindra Sugiat Santoso kepada Kompas.com, Senin (7/9/2026).
Sugiat menyebut, Demokrat sebagai partai koalisi harusnya konsen menuntaskan tugas di pemerintahan.
Ia mengajak semua pihak saling merangkul jika menemukan masalah di tengah masyarakat.
“Kalau ada temuan data dan fakta di lapangan terkait kondisi rakyat, mari kita sama-sama cari solusinya supaya tuntas,” ucapnya.
Tunda Urusan Elektoral
Imbauan ini, lanjut Sugiat, berlaku untuk semua partai politik, baik di dalam maupun di luar pemerintahan. Terlebih lagi, pemerintahan Presiden Prabowo saat ini baru memasuki tahun kedua.
“Di tahun kedua ini, seharusnya urusan elektoral dan Pemilu ditunda dulu. Kita fokus tuntaskan urusan rakyat,” tegasnya.
Ia mengingatkan partai politik tidak perlu cemas soal elektabilitas. Sebab, kerja nyata untuk masyarakat akan berdampak positif dengan sendirinya.
“Partai mana pun yang berhasil menuntaskan persoalan rakyat, secara otomatis elektoralnya pasti meningkat. Nggak usah khawatir,” lanjutnya.
Prabowo Tak Pernah Bahas Pilpres 2029
Sugiat mengatkan Presiden Prabowo Subianto bahkan tidak pernah menyinggung agenda Pemilu 2029 dalam internal Gerindra.
Saat ini, Gerindra memilih fokus mengawal program strategis pemerintah agar dampaknya langsung dirasakan masyarakat.
Meski langkah politik Demokrat mulai disorot usai pidato AHY di HUT ke-25 Demokrat, Gerindra mengaku sama sekali tidak cemas.
Pergerakan Demokrat juga dianggap tidak mengganggu stabilitas koalisi.
“Enggaklah (khawatir). Pak Prabowo secara personal membangun komunikasi yang sangat baik dengan seluruh tokoh bangsa dan pimpinan partai politik,” kata Sugiat.
(Ipl/Ft)




















