
Patrolmedia.co.id, Jakarta – Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya mengatakan kesepakatan Re-alignment Flight Information Region (FIR) atau Penyesuaian Area Layanan Navigasi Penerbangan Indonesia-Singapura, akan memberikan sejumlah manfaat positif bagi Indonesia.
Sebelumnya, Indonesia-Singapura meneken MoU FIR pada 25 Januari 2022 lalu. Selain FIR, sejumlah Mou juga diteken.
Kini, Kontrol atas ruang udara yang berada di Kepri berhasil diambil alih Indonesia, setelah sekian lama dikuasai Singapura.
“Penyesuaian FIR ini telah dipersiapkan dengan matang oleh RI, sehingga dapat memberikan manfaat yang positif bagi Indonesia,” kata Budi saat Webinar Forum Diskusi Salemba 75 yang diselenggarakan Ikatan Alumni UI (ILUNI UI) dan Masyarakat Hukum Udara (MHU) pada Minggu, (6/2/2022).
Adapun manfaat positif itu, lanjut Budi, salah satunya bagi yaitu bertambahnya luasan FIR Indonesia sebesar 249.575 km2 yang diakui internasional sebagai bagian dari FIR Jakarta yang merupakan salah satu FIR Indonesia selain FIR Ujung Pandang/Makassar.
“Upaya ini tidak kami lakukan sendiri, tetapi berkat upaya bersama dari yakni Kemenkomarinvest, Kemenlu, Kemenhan, TNI, Setneg, Setkab, dan unsur terkait lainnya. Saya menaruh rasa hormat atas diplomasi internasional yang luar biasa yang sudah dilakukan,” ucap Budi.
Ia mengungkap, penyesuaian FIR ini merupakan aspek yang tak bisa dipisahkan antara Indonesia dan Internasional.
Budi mencontohkan, Brunei Darussalam didelegasikan kepada FIR Malaysia, begitu juga Christmas Island di Australia didelegasikan kepada FIR Jakarta.
“Setidaknya ada 55 negara di dunia ini yang melakukan pendelegasian pengelolaan FIR kepada negara lain demi keselamatan penerbangan,” kata Budi.
Pemerintah Berencana Bangun Pelabuhan di Batam, Berhadapan dengan Singapura






















