Berita  

3 Pelajaran Berharga dari Kemenangan 2-1 Barcelona atas Girona

Panbil Mall

Barcelona Mengambil Alih Puncak Klasemen La Liga

Barcelona berhasil mengambil alih puncak klasemen La Liga sementara setelah mengalahkan Girona dengan skor akhir 2-1. Pertandingan yang digelar pada Sabtu (18/10) di Stadion Olimpiade Lluís Companys menjadi momen penting bagi Blaugrana dalam perjalanan mereka di musim ini.

Sebagai tuan rumah, Barcelona mampu unggul cepat hanya dalam waktu 13 menit melalui gol Pedri. Gelandang berusia 22 tahun tersebut menerima umpan pendek dari Lamine Yamal di kotak penalti, lalu mengarahkan bola ke pojok kiri bawah gawang lawan. Gol ini langsung membuat para pendukung Barca bersorak.

Namun, Girona tidak tinggal diam. Tujuh menit kemudian, tim tamu berhasil menyamakan kedudukan melalui gol akrobatik Axel Witsel yang berhasil menaklukkan Wojciech Szczesny. Bola hasil sepak pojok gagal diantisipasi oleh lini pertahanan Barcelona, sehingga Arnau Martinez bisa melakukan sundulan yang tepat sasaran.

Pada babak pertama, Girona terus memberikan tekanan berkelanjutan kepada Barcelona. Vladyslav Vanat dan Portu beberapa kali melepaskan tendangan yang nyaris membobol gawang tuan rumah, namun masih gagal. Sementara itu, Barcelona hanya mampu membalas lewat tendangan bebas Marcus Rashford yang hampir masuk ke gawang, tetapi diselamatkan mistar.

Skor 1-1 menutup babak pertama. Di babak kedua, Barcelona kesulitan dalam menghadapi serangan balik Girona. Rasa frustasi mulai menghiasi wajah pemain Blaugrana. Hingga pada menit ke-91, pelatih Ronald Koeman harus diusir dari lapangan karena protes berlebihan.

Meski tanpa sang pelatih di pinggir lapangan, Barcelona justru mampu memecah kebuntuan pada menit akhir. Frenkie De Jong melakukan penetrasi dari sisi kanan, mengirim umpan ke tengah kotak penalti yang disambut oleh Araujo dengan tendangan ke tiang jauh.

Garis Pertahanan Tinggi Menyulitkan Barcelona

Taktik garis pertahanan tinggi yang diterapkan oleh Flick telah menjadi bagian yang mudah ditebak sejak awal musim. Girona beberapa kali mengekspos kelemahan taktik ini, terutama ketika empat bek sejajar naik ke depan, meninggalkan kiper di belakang. Hal ini membuat ruang kosong yang bisa dimanfaatkan oleh lawan.

Beberapa peluang yang diberikan oleh Vanat, Portu, dan Bryan Gil menjadi bukti bahwa taktik ini memiliki celah. Meski begitu, Girona belum mampu memanfaatkannya secara maksimal. Jika Flick ingin menghindari kekalahan, mungkin ia perlu mengembalikan strategi pertahanan yang lebih aman.

Pedri: Maestro yang Tak Tergantikan

Meskipun banyak pujian diberikan kepada pemain seperti Lamine Yamal dan Raphinha, keberadaan Pedri sebagai maestro lini tengah sangat vital bagi Barcelona. Dalam pertandingan ini, ia mencatatkan 85 persen akurasi umpan dengan 10 kali umpan mengarah ke kotak penalti lawan. Selain itu, ia juga berhasil melakukan dua tekel krusial dan tujuh pemulihan bola di lini tengah.

Ketidakmampuan Barcelona untuk menyelesaikan pertandingan dengan baik pada babak pertama menunjukkan betapa pentingnya peran Pedri. Ia menjadi penghubung antara lini belakang dan lini depan. Dengan performa yang stabil, ia layak mendapatkan waktu istirahat sebelum menghadapi El Clasico.

Ronald Araujo Memecah Kebuntuan

Di akhir pertandingan, Ronald Araujo menjadi pahlawan Barcelona. Meski baru masuk selama 11 menit, ia mampu memecah kebuntuan dengan gol yang dibuatnya setelah menerima umpan dari De Jong. Gol ini membawa Barcelona meraih kemenangan penting.

Namun, permainan Flick masih terlihat mudah ditebak. Ini menjadi evaluasi penting bagi tim, mengingat beberapa pemain penting telah kembali dan bisa membantu membangkitkan performa Barcelona yang lebih solid.