Berita  

Arab Saudi Kecam Serangan Houthi ke Jemaah dan Perkuat Kesiapsiagaan Keamanan

Panbil Mall

Mufti Agung Arab Saudi Sheikh Saleh Al-Fawzan mengecam keras serangan milisi Houthi yang disebut menargetkan warga sipil, termasuk jemaah yang sedang dalam perjalanan menuju Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah. Pernyataan itu ia sampaikan pada Selasa (13/10) sebagaimana dilaporkan Saudi Gazette, dengan penekanan bahwa aksi tersebut membahayakan orang-orang yang tidak bersalah dan menyasar area sipil.

Al-Fawzan menilai serangan terhadap mereka yang hendak beribadah tidak bisa dipandang ringan. Ia menyebut tindakan itu sebagai salah satu bentuk kejahatan paling serius karena menyerang kelompok yang sama sekali tidak terlibat dalam konflik. Dalam struktur keagamaan Arab Saudi, Al-Fawzan menjabat Ketua Dewan Ulama Senior sekaligus Kepala Presidensi Umum Riset Ilmiah dan Fatwa.

Dalam pernyataannya, Al-Fawzan menyoroti bahwa jemaah yang menuju dua kota suci Islam seharusnya mendapat perlindungan, bukan menjadi sasaran kekerasan. Ia juga mengingatkan bahwa serangan terhadap tempat suci dan orang-orang yang berniat menunaikan ibadah akan membawa akibat yang berat. Ia berharap rangkaian serangan seperti itu segera berhenti dan keamanan Arab Saudi bersama negara-negara Muslim tetap terjaga.

Di sisi lain, pemerintah Arab Saudi menyatakan sudah menyiapkan langkah menghadapi ancaman yang datang dari Houthi. Menteri Media Arab Saudi Salman Al-Dossary mengatakan aparat keamanan siap merespons serangan yang menyasar warga sipil maupun infrastruktur sipil di kerajaan tersebut. Pernyataan itu ia sampaikan dalam konferensi pers pemerintah di Riyadh pada Senin (12/10).

Menurut Al-Dossary, keselamatan warga negara dan penduduk tetap menjadi prioritas utama. Karena itu, koordinasi lintas lembaga terus diperkuat agar respons pemerintah berjalan menyeluruh, termasuk terhadap ancaman rudal dan pesawat nirawak. Ia menegaskan peningkatan kesiapsiagaan tidak berarti masyarakat perlu panik, melainkan menunjukkan negara menyiapkan diri menghadapi berbagai kemungkinan.

Al-Dossary juga menyebut seluruh instansi pemerintah telah menaikkan tingkat kesiagaan dan memperbarui rencana tanggap darurat serta kesinambungan operasional. Tujuannya agar layanan penting tetap berjalan tanpa gangguan jika situasi keamanan memburuk. Ia menambahkan, Juru Bicara Pasukan Koalisi Mayor Jenderal Turki Al-Maliki akan segera menggelar konferensi pers untuk menjelaskan serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh serta perkembangan terkini.