Berita  

Rumah Anak Syof di Lumin Park Padang Kembali Kebanjiran, Calon Penyewa Mulai Ragu

Panbil Mall

PADANG – Rumah milik anak Syof di kawasan Lumin Park Cluster, Kelurahan Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, kembali terdampak banjir pada Sabtu (10/10/2026). Bencana yang membawa arus deras dan lumpur itu merusak bagian depan bangunan, termasuk kanopi yang hancur, serta meninggalkan endapan material di sekitar kompleks perumahan elit tersebut. Syof menyampaikan kondisi itu saat ditemui di lokasi pada Selasa (13/10/2026).

Syof mengaku sedih melihat properti yang dibeli anaknya dengan harga hampir Rp1 miliar itu kembali porak-poranda. Menurut dia, rumah tersebut tidak digunakan sebagai tempat tinggal keluarga, melainkan disewakan kepada pihak lain. Karena itu, kerusakan yang berulang bukan hanya menimbulkan persoalan fisik pada bangunan, tetapi juga mengganggu nilai sewa dan minat pasar. Ia menyebut calon penyewa mulai menunjukkan keraguan setelah kawasan itu kebanjiran.

Banjir kali ini bukan yang pertama bagi perumahan tersebut. Syof mengatakan, pada 2025 kawasan yang sama juga sempat terendam, namun kerusakannya tidak separah kejadian terbaru. Ia menilai dampak banjir tahun ini jauh lebih berat karena selain merusak struktur rumah, lumpur dan puing masih tertinggal di sejumlah titik lingkungan. Kondisi itu membuat proses pemulihan berjalan lebih lama dan memerlukan bantuan tenaga tambahan di lapangan.

Syof juga mengingat bahwa wilayah Lubuk Minturun memiliki riwayat banjir sejak lama. Ia menyebut pernah mengetahui kawasan itu terdampak banjir besar pada 2005. Pengalaman tersebut, menurut dia, membuat keputusan membeli rumah di lokasi itu terasa mengejutkan jika dilihat dari riwayat bencananya. Meski begitu, rumah tersebut tetap dibeli dan kemudian dimanfaatkan sebagai unit kontrakan.

Dari sisi ekonomi, banjir berulang ini menjadi pukulan bagi investasi properti keluarga Syof. Ia mengakui, sejak kejadian pada 2025, minat orang untuk menyewa rumah itu sudah menurun. Setelah banjir susulan pada Oktober 2026, kekhawatiran itu makin besar karena calon penyewa dinilai akan semakin berhitung sebelum mengambil keputusan. “Sejak rumah ini kena banjir tahun 2025, tentu orang tidak mau atau ragu untuk menyewa,” kata Syof.

Meski masa depan rumah tersebut belum jelas, Syof mengatakan keputusan selanjutnya bergantung pada anaknya sebagai pemilik. Untuk sementara, keluarga memusatkan perhatian pada pembersihan sisa lumpur dan material banjir yang menumpuk di area rumah. Di lokasi, tim gabungan bersama warga masih bekerja mengangkat endapan tanah, sementara satu alat berat dikerahkan untuk mempercepat pembukaan akses jalan di dalam cluster. Sejumlah dinding rumah tampak masih dipenuhi bercak lumpur, menandakan tingginya luapan air yang menerjang kawasan itu pada akhir pekan lalu.