Ringkasan Berita:
- Penumpang KA Argo Bromo merekam detik sebelum benturan keras terjadi.
- Penumpang KRL terluka dan panik saat berusaha menyelamatkan diri.
- Diduga akibat taksi mogok di rel; 29 orang dievakuasi, korban tewas hingga 5 orang.
Terungkap rekaman dari dalam gerbong saat detik-detik KA Argo Bromo Anggrek menabrak KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) sekira pukul 20.55 Wib.
Seorang penumpang KA Argo Bromo Anggrek ternyata sempat merekam momen beberapa detik sebelum terjadi kecelakaan tragis tersebut.
Awalnya sang penumpang sedang merekam suasana di dalam gerbong yang tenang.
Ia bersiap untuk pergi ke gerbong makan seraya mengajak rekannya.
“Wow udah di mana nih. Kita ke gerbong makan dulu ya,” ungkap penumpang KA Argo Bromo dalam video yang dilansir dari akun X (Twitter) @hendratno64.
Baru satu detik mengurai niatannya untuk ke gerbong makan, penumpang tersebut syok mendengar suara benturan keras.
Penumpang yang lain pun berteriak histeris.
“Allahu akbar! Allahu Akbar!” teriak perekam video.
“Aduh pak,” kata penumpang lainnya.
“Kecelakaan euy, kecelakaan, kecelakaan, nabrak, nabrak. Astaghfirullahaladzim,” ujar perekam video.
Masih merekam kondisi di dalam gerbong, sang penumpang terkejut melihat tas penumpang lainnya berantakan.
Ia juga kaget saat menengok ke arah belakang, ada kaca kereta yang terlepas.
“Nabrak, berantakan semua ini tasnya,” ujar penumpang.
“Allahu Akbar,” teriak penumpang lainnya.
“Kena (potongan kaca yang lepas) pak?” tanya perekam video
“Kena pak tapi alhamdulillah,” ujar penumpang di kursi belakang.
Kesaksian korban di dalam KRL
Selain point of view (pov) dari penumpang KA Argo Bromo Anggrek, belakangan penumpang KRL yang jadi korban tabrakan juga mengurai cerita.
Melalui akun thread, akun raradaniia mengungkap detik-detik saat KRL yang ditumpanginya dihantam dengan keras oleh KA Argo Bromo.
Raradaniia mengaku masih syok usai kejadian.
Sebab saat insiden terjadi, dirinya sampai terbanting di dalam kereta hingga pipinya terluka.
Beruntung, Raradaniia mengaku dapat mukjizat lantaran berhasil keluar dari KRL yang ditabrak kereta api jarak jauh tersebut.
Berikut adalah cerita raradaniia yang dilansir pada Selasa (28/4/2026).
“Masih ga nyangka gua ada di dalem krl yg kecelakaan mau nangis tp takut chaos, tu krl bener bener ditabrak kenceng bgt, gua gatau gua di gerbong berapa, tbtb gua jatoh kekiri, kegeret ampe pipi gua beset , 3 jari gua kebanting aspal krl sampe badan gua sendiri gabisa nahan dan ikut kegeret, hape gua kelempar untungnya gua bisa ambil tu hape karena layarnya tbtb nyala, gua cuma ibget sblm kebanting ada mas2 teriak “WOI KELUAR!!” semua org blm sadar sampe bunyi ledakan lampu dan gelap.
Gua coba bangun meski susah, gua cuma makasi gada yg injek gua yg udh bener2 tiduran di lantai @kai121_. Kondisi udh gelap bgt, di kepala gua isinya cuma gatau ni kereta bakalan ke geret sampe mana.
Sampe akhirnya gua coba ambil hape yg ikut kebanting untung masi kejangkau, dan coba bangun, gua coba ga panik, tp ttp gua gabisa nemu sepatu gua karena gelap bgt, gua coba keluar, mukjizat! Pintu gerbong gua pas depan tangga, gua lari ketangga, dan gua liat ada asep atau debu udh lekat bgt sampe bikin nafas sesek , gua lari tap trs gua duduk di tukang jualan persis di tangga, dan ibu2 baik bgt lgsng ngasi gua air , pas gua duduk gua liat dr jauh org2 udh pd luka-luka hebat,” ungkap Raradaniia.
Awal penyebab tabrakan: ada taksi mogok
Sebelumnya diwartakan, penyebab awal kereta api jarak jauh KA Argo Bromo Anggrek menabrak KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur terkuak.
Diduga tabrakan terjadi mulanya karena ada Taksi yang berhenti di rel perlintasan kereta api.
Dilansir dari video di akun Instagram TVRI Nasional, terlihat ada sebuah taksi yang mogok di JPL 85 Bekasi.
Hal tersebut menyebabkan KRL KA 5181 menabrak taksi tersebut.
Taksi yang tertemper KRL pun sempat bergerak beberapa meter setelah ditabrak.
Insiden tersebut menyebabkan KRL lainnya tertahan di Stasiun Bekasi Timur.
Insiden Taksi tertemper KRL tersebut juga menyebabkan gangguan pada sistem persinyalan atau gangguan operasional.
Akibatnya, KA Argo Bromo Anggrek rute Gambir-Surabaya Pasarturi tetap melaju kencang sehingga menabrak KRL yang tertahan di Stasiun Bekasi Timur.
Gerbong KA Argo Bromo menerobos masuk ke gerbong KRL di bagian belakang dan gerbong wanita.
Berdasarkan laporan yang dihimpun , kabarnya ada 29 penumpang KRL yang dievakuasi akibat insiden tersebut.
Hingga saat ini kabarnya korban jiwa akibat insiden tersebut mencapai lima orang.
Baca berita lain di Google News






















