Tragis: Lansia Meninggal Akibat Kebakaran Rumah di Polewali Mandar
Polewali Mandar, Sulawesi Barat – Sebuah insiden kebakaran yang memilukan terjadi di Desa Tapango Barat, Kecamatan Tapango, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Peristiwa nahas ini merenggut nyawa seorang lansia bernama Rakimang (90), yang tidak dapat menyelamatkan diri karena sedang terbaring sakit saat api melalap rumah panggung semi permanen miliknya. Kebakaran yang diduga dipicu oleh kelalaian anak korban yang memiliki gangguan kejiwaan ini, menghanguskan seluruh bangunan dan meninggalkan duka mendalam bagi keluarga.
Peristiwa tragis ini terjadi pada hari Selasa, Juni 2026, sekitar pukul 12.30 Wita. Api diduga pertama kali muncul dari tumpukan tripleks yang berada di bagian belakang rumah korban. Karena tripleks mudah terbakar, api dengan cepat membesar dan menjalar ke seluruh bagian rumah yang terbuat dari material semi permanen, tak lama kemudian meluluhlantakkan bangunan hingga rata dengan tanah.
Kepala Desa Tapango Barat, Abdul Hamad, menjelaskan bahwa penyebab awal kebakaran diduga kuat berasal dari aktivitas bermain korek api oleh anak korban yang berinisial SU (40). “Anaknya yang main korek membakar tripleks di belakang rumah, anaknya gangguan kejiwaan,” ujar Abdul Hamad kepada wartawan.
Kronologi Kejadian dan Upaya Penyelamatan
Saat kebakaran terjadi, Rakimang, sang pemilik rumah, sedang dalam kondisi sakit dan terbaring lemah di dalam rumah. Hal ini membuatnya tidak memiliki kesempatan untuk melarikan diri dari kobaran api yang semakin membesar.
Sementara itu, istri korban, Nasiyah, berhasil menyelamatkan diri. Dalam kepanikan, ia berupaya menyelamatkan diri bersama salah satu anaknya, tanpa menyadari bahwa suaminya yang terbaring sakit tidak dapat mengikuti mereka.
Warga sekitar yang melihat kobaran api segera bertindak. Mereka berupaya memadamkan api menggunakan alat seadanya dan segera memutus aliran listrik ke rumah-rumah warga lainnya untuk mencegah api merambat lebih luas.
Upaya pemadaman baru membuahkan hasil setelah dua unit armada dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Polewali Mandar tiba di lokasi dan bekerja keras menjinakkan api.
Penanganan Pasca-Kebakaran
Setelah api berhasil dipadamkan, petugas gabungan dari kepolisian dan tim pemadam kebakaran segera mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Garis polisi dipasang di sekitar lokasi untuk mengamankan area dan memulai investigasi lebih lanjut mengenai penyebab pasti kebakaran.
Anak korban, SU, yang diduga menjadi pemicu kebakaran, segera dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut dan observasi. “Sudah diamankan anaknya dibawa ke rumah sakit,” ungkap Abdul Hamad.
Jasad korban, Rakimang, yang mengalami luka bakar serius di sekujur tubuh, dievakuasi oleh warga ke rumah kerabatnya untuk proses selanjutnya.
Kepala Damkar Polman, Imran, menyatakan bahwa akibat peristiwa ini, satu unit rumah panggung mengalami kerusakan parah. “Korban terbaring sakit di dalam rumah, sehingga tidak sempat diselamatkan,” kata Imran, menjelaskan kondisi korban yang tidak dapat menyelamatkan diri.
Imran juga menambahkan bahwa pemilik rumah, Ibu Nasiyah, sempat berlari menyelamatkan diri bersama anaknya. “Ibu Nasiyah tidak menyadari suaminya yang terbaring lemah tidak berdaya tidak dapat menyelamatkan diri,” tuturnya.
Pihak kepolisian kini tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan penyebab pasti percikan api yang berujung pada kebakaran tragis ini.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan, terutama bagi keluarga yang memiliki anggota keluarga dengan kondisi rentan atau memiliki gangguan kejiwaan. Keselamatan jiwa tetap menjadi prioritas utama dalam setiap situasi darurat. Pihak desa dan pemerintah setempat juga diharapkan dapat memberikan dukungan dan bantuan kepada keluarga korban yang kini harus menghadapi kehilangan dan dampak dari musibah ini.




















