Penghargaan atas Jasa dan Kehilangan Prajurit TNI
Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (TNI) memberikan penghargaan berupa kenaikan pangkat kepada Rico Pramudia, seorang prajurit yang gugur akibat serangan artileri di Libanon. Rico merupakan salah satu anggota Satgas Yonmek Kontingen Garuda XXIII-S dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon atau UNIFIL.
Pengumuman kenaikan pangkat ini disampaikan oleh Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasrullah. Dalam unggahan di akun Instagram @puspentni, Rico Pramudia yang sebelumnya berpangkat Prajurit Kepala (Praka) kini dinyatakan sebagai prajurit dengan pangkat Kopral Dua (Kopda).
Dalam pernyataannya, TNI menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya Rico Pramudia dalam tugas menjaga perdamaian di Libanon. “Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto beserta seluruh jajaran menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya prajurit terbaik bangsa, Kopda Rico Pramudia, dalam tugas sebagai bagian dari Satgas Yonmek TNI Kontingen Garuda XXIII-S/UNIFIL di Libanon,” demikian tulisan di unggahan tersebut.
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengapresiasi pengabdian, keberanian, serta dedikasi almarhum Rico Pramudia. Menurut dia, tewasnya Rico Pramudia adalah kehilangan besar bagi instansi pertahanan negara. “Namun semangat juangnya akan terus hidup sebagai inspirasi dalam menjaga perdamaian dunia. Jasa dan pengorbananmu abadi untuk negeri,” ujar Agus.
Rico Pramudia dinyatakan meninggal pada Kamis, 24 April 2026. Sebelumnya, ia sempat dirawat intensif di rumah sakit setempat setelah mengalami luka kritis akibat ledakan proyektil di area Adchit Al Qusayr, Libanon pada 29 Maret lalu.
Tanggapan dari UNIFIL
Unifil menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban, termasuk pemerintah, TNI, dan rakyat Indonesia atas kejadian tersebut. Unifil menegaskan bahwa segala serangan yang disengaja menyasar pasukan penjaga perdamaian di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa adalah pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional dan kejahatan perang.
Dalam keterangan resmi, Unifil menuntut seluruh pihak untuk mematuhi kewajibannya berdasarkan hukum internasional. “Serta memastikan keselamatan dan keamanan personel dan aset Perserikatan Bangsa-Bangsa setiap saat,” ucap UNIFIL.
Gugurnya Kopda Rico Pramudia menambah daftar prajurit TNI yang tewas akibat serangan artileri saat bertugas untuk Unifil. Ledakan pihak Israel pada penghujung Maret lalu mengenai markas prajurit TNI di Libanon.
Daftar Korban Jiwa TNI di Libanon
Sebelum Rico Pramudia, terdapat tiga prajurit TNI yang gugur akibat serangan proyektil tersebut. Mereka adalah:
- Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon
- Mayor Anumerta Zulmi Aditya Iskandar
- Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan
Ketiganya telah dipulangkan ke Indonesia pada Sabtu, 4 April 2026 setelah sebelumnya dilakukan upacara penghormatan untuk tiga prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian di Libanon. Upacara dilakukan pada Kamis, 2 April 2026 waktu setempat.
Peringatan dan Harapan
Kejadian ini menjadi peringatan penting bagi seluruh pihak tentang bahaya yang dihadapi para prajurit TNI dalam menjalankan tugas diplomatik dan perdamaian internasional. Meskipun situasi di Libanon tetap dinamis, TNI tetap berkomitmen untuk menjaga kedaulatan dan keamanan negara melalui partisipasi aktif dalam misi internasional.
Selain itu, kejadian ini juga mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga perdamaian global dan menghargai usaha-usaha yang dilakukan oleh para prajurit TNI dalam menjaga stabilitas regional dan internasional.






















