Hukum  

Jonrius Sinurat Teringat Sosok Almarhum Ayahnya Usai Dinyatakan Lulus Sarjana Hukum

Jonrius Sinurat
Jonrius Sinurat dinyatakan Lulus Sarjana Hukum di UNRIKA Kepri. (Foto: Dok/Jonrius)

Patrolmedia, Batam – Kisah Jonrius Sinurat| Jarum jam bergerak pelan menuju petang ketika pintu ruang peradilan semu Fakultas Hukum Universitas Riau Kepulauan (UNRIKA) tertutup rapat.

Udara terasa lebih berat dari biasanya meskipun ruangan ber-AC. Di dalam ruangan itu, seorang ayah, seorang suami, seorang anak, sedang mempertaruhkan akhir dari perjalanan panjangnya.

Namanya, Jonrius Sinurat.

Di hadapannya tergeletak skripsi setebal ratusan halaman. Judulnya tentang Undang-Undang Pers, tentang perlindungan wartawan, tentang kemerdekaan berbicara. Tetapi sore itu, naskah itu terasa seperti ringkasan dari hidupnya sendiri: perjuangan, risiko, harapan.

Pertanyaan demi pertanyaan dari penguji datang. Ia menjawab. Kadang tegas, kadang lirih. Tangannya sesekali menggenggam, seolah menahan gemetar yang tak ingin terlihat.

Di luar ruangan, dua anaknya, Cornelius Nielsen Sinurat (12) dan Nelly Laurentia Sinurat (8), tetap setia menemani sang Ayah sambil menunggu hasil dari perjuangannya selama ini. Mereka tahu, ini bukan sekadar ujian. Ini adalah mimpi Ayahnya.

Ketika sesi penilaian tiba, ruangan mendadak sunyi.

Ketua Penguji, Dr. (c.) Winda Roselina Effendi, S.I.P., M.I.P., didampingi Anggota Penguji I, Dr. Seftia Azrianti, S.H., M.H. dan Anggota Penguji II, Rabu, S.H., M.H. membuka catatan. Suaranya tenang, tapi setiap katanya menghantam langsung ke dada Jonrius.

“Memang tidak ada yang sempurna, kesempurnaan hanya milik Tuhan. Tapi skripsi Pak Jonrius ini salah satu yang menganalisis dengan baik,” kata Winda.

Jonrius menunduk. Ia mencoba menahan air yang mulai menggenang di pelupuk mata.

Ketua penguji melanjutkan.

“Bapak tidak hanya mengutip wawancara. Bapak hadir sebagai peneliti. Ada data primer, ada data sekunder. Secara keseluruhan sudah sesuai dengan kaidah penulisan,” ucap Ketua Penguji.

Kalimat itu seperti memutar kembali semua adegan hidupnya: malam-malam tanpa tidur, waktu bersama keluarga yang terpotong, rasa ragu yang pernah datang diam-diam.

Dan kemudian, tibalah putusan.

“Saudara Jonrius Sinurat dinyatakan lulus dengan nilai sangat memuaskan. Selamat, Bapak Jonrius Sinurat, S.H.”