Evaluasi Kinerja Semester I 2026: Pemkab Ketapang Dorong Percepatan Pembangunan dan Pengadaan Barang/Jasa
Pemerintah Kabupaten Ketapang menggelar rapat evaluasi komprehensif untuk Semester I Tahun 2026. Fokus utama rapat ini adalah meninjau capaian program pembangunan yang telah dicanangkan serta memantau progres pengadaan barang dan jasa di seluruh jajaran pemerintah daerah. Kegiatan penting ini berlangsung pada Selasa, Juni 2026, dan dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ketapang, Repalianto.
Rapat tersebut dihadiri oleh para kepala perangkat daerah, pejabat pengelola kegiatan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya yang memiliki peran strategis dalam pelaksanaan tugas pemerintahan daerah. Tujuan utama dilakukannya evaluasi berkala ini adalah untuk mengukur sejauh mana pelaksanaan program dan kegiatan yang telah direncanakan sejak awal tahun anggaran berjalan. Selain itu, evaluasi ini juga berfungsi sebagai sarana untuk mengidentifikasi berbagai kendala yang mungkin masih dihadapi oleh masing-masing perangkat daerah, sehingga solusi yang tepat dapat segera dirumuskan.
Peran Strategis Evaluasi Semester I
Dalam arahannya, Repalianto menekankan betapa pentingnya evaluasi semester pertama ini. Ia menegaskan bahwa forum ini memiliki peran strategis sebagai bahan penilaian terhadap capaian kinerja pemerintah daerah selama enam bulan pertama tahun anggaran. Melalui evaluasi ini, pemerintah daerah dapat memperoleh gambaran yang jelas mengenai:
- Perkembangan Pelaksanaan Kegiatan: Memantau kemajuan setiap program dan kegiatan yang sedang berjalan.
- Tingkat Pencapaian Target Program: Menilai seberapa jauh target-target yang telah ditetapkan berhasil dicapai.
- Hambatan yang Dihadapi: Mengidentifikasi berbagai kendala, baik teknis maupun non-teknis, yang berpotensi mengganggu realisasi pembangunan daerah.
“Evaluasi ini sangat penting bagi kita semua. Melalui evaluasi semester pertama, kita dapat melihat sejauh mana progres pelaksanaan kegiatan, hambatan yang dihadapi, serta langkah-langkah yang perlu dilakukan agar target pembangunan daerah dapat tercapai hingga akhir tahun,” ujar Repalianto. Ia menambahkan bahwa hasil evaluasi ini akan menjadi dasar krusial dalam menentukan strategi percepatan program. Tujuannya adalah untuk memastikan seluruh target pembangunan yang telah ditetapkan dapat direalisasikan secara maksimal, memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Fokus pada Pengadaan Barang dan Jasa: Tantangan dan Solusi
Selain membahas capaian program pembangunan, rapat evaluasi juga memberikan sorotan tajam pada progres pengadaan barang dan jasa. Ditemukan bahwa di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), proses pengadaan ini dinilai masih memerlukan percepatan yang signifikan.
Berdasarkan paparan yang disampaikan dalam rapat, teridentifikasi bahwa masih terdapat beberapa paket pekerjaan yang belum memasuki tahapan pengadaan yang sebenarnya. Lebih lanjut, sebagian besar paket pekerjaan lainnya masih tertahan pada tahap administrasi awal dan persiapan teknis yang memakan waktu.
Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah. Pengadaan barang dan jasa merupakan salah satu faktor fundamental yang sangat menentukan kelancaran pelaksanaan seluruh kegiatan pembangunan dan efektivitas penyerapan anggaran. Keterlambatan dalam proses pengadaan ini berpotensi besar menyebabkan penundaan dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan. Dampaknya, hal ini dapat berujung pada rendahnya realisasi anggaran di akhir tahun anggaran, yang tentu saja tidak sesuai dengan harapan.
Pemkab Ketapang sangat menekankan pentingnya disiplin dalam mengikuti jadwal pengadaan barang dan jasa. Untuk itu, Sekda Ketapang menegaskan kepada seluruh perangkat daerah untuk memastikan bahwa setiap tahapan pengadaan berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Ia memberikan peringatan keras bahwa keterlambatan proses pengadaan bukan hanya akan memengaruhi kelancaran pelaksanaan program, tetapi juga berisiko menghambat pencapaian target pembangunan daerah secara keseluruhan.
“Kita harus memastikan setiap tahapan berjalan sesuai jadwal. Jangan sampai pengadaan terlambat karena akan berdampak pada pelaksanaan kegiatan dan serapan anggaran di akhir tahun,” tegasnya.
Untuk mengatasi permasalahan ini, Repalianto juga secara khusus meminta seluruh OPD untuk memperkuat koordinasi antarunit kerja. Selain itu, ia mendorong agar segera diambil langkah-langkah konkret untuk mempercepat penyelesaian paket-paket pekerjaan yang saat ini masih tertunda prosesnya. Koordinasi yang efektif dan tindakan proaktif menjadi kunci utama untuk meminimalisir hambatan yang ada.
Mendorong Penyerapan Anggaran dan Pelayanan Optimal
Melalui pelaksanaan evaluasi Semester I Tahun 2026 ini, Pemkab Ketapang memiliki harapan besar agar seluruh perangkat daerah dapat secara signifikan meningkatkan kinerja mereka. Peningkatan ini diharapkan mencakup penguatan koordinasi antarinstansi yang lebih baik dan percepatan penyelesaian seluruh proses pengadaan barang dan jasa.
Langkah-langkah strategis ini dinilai sangat penting untuk beberapa alasan krusial:
- Memastikan Target Pembangunan Sesuai Rencana: Menjaga agar seluruh program prioritas dan target pembangunan daerah dapat berjalan sesuai dengan garis waktu yang telah ditetapkan.
- Meningkatkan Efektivitas Serapan Anggaran: Mengoptimalkan penyerapan anggaran yang telah dialokasikan, sehingga dana publik dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk pembangunan.
- Memberikan Pelayanan Optimal kepada Masyarakat: Memastikan bahwa seluruh program dan kegiatan yang dilaksanakan benar-benar memberikan manfaat dan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat Kabupaten Ketapang hingga akhir tahun 2026.
Dengan dilakukannya evaluasi yang terstruktur dan berkala seperti ini, pemerintah daerah optimis bahwa berbagai program prioritas pembangunan akan dapat direalisasikan tepat waktu. Lebih dari itu, pemerintah daerah yakin bahwa program-program tersebut akan memberikan dampak positif dan manfaat nyata yang berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Ketapang.






















