Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian, dalam kapasitasnya sebagai Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, memberikan arahan penting kepada pemerintah daerah Aceh, khususnya yang berada di wilayah dataran tinggi. Beliau menekankan perlunya penguatan stok pangan di tiga daerah yang dinilai rentan terhadap dampak bencana, yaitu Bener Meriah, Gayo Lues, dan Aceh Tengah.
Imbauan ini juga ditujukan kepada Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, sebagai pihak yang memiliki peran krusial dalam memastikan ketersediaan pangan di tingkat nasional. Mendagri Tito Karnavian menyampaikan hal ini dalam rapat koordinasi pascabencana Sumatera yang diadakan di Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta Pusat, pada Senin, 26 Januari 2026.
Fokus utama perhatian Mendagri adalah evaluasi terhadap penanganan bencana banjir dan longsor yang terjadi pada November 2025. Peristiwa tersebut menjadi pelajaran berharga terkait pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat. Salah satu temuan yang disoroti adalah kurangnya persiapan stok pangan di daerah-daerah terdampak. Akibatnya, ketika akses jalan dan jembatan terputus akibat bencana, ketersediaan logistik menjadi sangat terbatas, memicu kepanikan di kalangan masyarakat.
Pengalaman Bencana dan Pentingnya Stok Pangan
Mendagri Tito Karnavian menjelaskan bahwa biasanya, stok logistik yang tersedia di daerah-daerah tersebut hanya mencukupi untuk dua hingga tiga hari. Ketergantungan pada kelancaran lalu lintas menjadi masalah ketika bencana menyebabkan isolasi wilayah. Pengalaman di Aceh Tengah, khususnya di Takengon, menunjukkan bahwa pada hari ketiga setelah akses terputus, masyarakat sudah mulai merasakan kekurangan logistik dan timbul kepanikan.
“Biasanya (stok) logistik hanya dua-tiga hari, mengharapkan nanti ada lalu lintas lancar. Begitu terputus jalan, mereka pengalaman di Aceh Tengah, Takengon, hari ketiga sudah sudah hampir kekurangan logistik dan masyarakat sudah mulai panik,” ujarnya.
Respons Cepat dan Perlunya Antisipasi
Meskipun demikian, Mendagri mengakui bahwa respons cepat dari berbagai pihak, termasuk Bulog, Badan Pangan Nasional (Bapanas), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI, dan Polri, melalui operasi drop udara, berhasil mengatasi kekurangan logistik pada saat itu. Namun, pengalaman ini menjadi dasar untuk menekankan pentingnya antisipasi dan persiapan yang lebih baik di masa depan.
“Tapi untung cepat waktu itu dari Bulog, Bapanas, BNPB, TNI, Polri semua bergerak drop udara,” sambung Tito.
Rekomendasi Penguatan Stok Pangan
Oleh karena itu, Mendagri Tito Karnavian secara khusus meminta Menteri Pertanian dan kepala lembaga terkait untuk memberikan perhatian khusus pada penguatan stok pangan di Bener Meriah, Gayo Lues, dan Aceh Tengah. Beliau menyarankan agar daerah-daerah tersebut memiliki stok logistik yang idealnya mencukupi kebutuhan hingga tiga bulan ke depan. Hal ini penting mengingat daerah dataran tinggi umumnya bukan merupakan penghasil pangan utama seperti beras dan minyak goreng.
“Nah, dari pengalaman itu mohon kami menyarankan tiga tempat ini untuk diperkuat stok tiga bulan dan Pak Dirut Bulog dan Bapak Menteri Pertanian, Bapak Kepala Badan Pangan sudah sangat memahami,” tuturnya.
Langkah-Langkah Strategis
Untuk mewujudkan penguatan stok pangan yang efektif, beberapa langkah strategis perlu dipertimbangkan:
Identifikasi Kebutuhan Riil: Melakukan asesmen mendalam terhadap kebutuhan pangan masyarakat di Bener Meriah, Gayo Lues, dan Aceh Tengah, dengan mempertimbangkan faktor demografi, pola konsumsi, dan potensi kerentanan terhadap bencana.
Pengadaan dan Distribusi Logistik: Meningkatkan kapasitas pengadaan dan distribusi logistik pangan, termasuk beras, minyak goreng, gula, dan kebutuhan pokok lainnya, serta memastikan ketersediaan fasilitas penyimpanan yang memadai.
Kemitraan dengan Pihak Swasta: Menjalin kemitraan dengan pihak swasta, termasuk produsen dan distributor pangan, untuk memperkuat rantai pasok dan memastikan ketersediaan pangan yang berkelanjutan.
Edukasi dan Sosialisasi: Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesiapsiagaan bencana dan pengelolaan stok pangan rumah tangga, serta memberikan pelatihan tentang cara menyimpan dan mengolah pangan yang aman dan bergizi.
Pengembangan Sistem Peringatan Dini: Memperkuat sistem peringatan dini bencana untuk memberikan informasi yang akurat dan tepat waktu kepada masyarakat, sehingga mereka dapat mengambil langkah-langkah pencegahan yang diperlukan.
Dengan implementasi langkah-langkah strategis ini, diharapkan Bener Meriah, Gayo Lues, dan Aceh Tengah dapat lebih siap dalam menghadapi potensi bencana dan memastikan ketersediaan pangan yang memadai bagi masyarakat.




















