Sektor Perkebunan Bangka Selatan Bergairah: Harga TBS Sawit Meroket
BANGKA – Kabar gembira menghampiri para petani kelapa sawit di Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Sejak Rabu, Juni 2026, harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit mengalami lonjakan signifikan secara serentak di seluruh pabrik pengolahan kelapa sawit (PKS) yang menjadi mitra para petani mandiri. Kenaikan ini membawa angin segar, mendorong harga sawit di tingkat petani menembus kisaran Rp2.124 hingga Rp2.224 per kilogram, sebuah pencapaian yang dinantikan setelah periode harga yang kurang stabil.
Tren kenaikan harga TBS ini, menurut Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bangka Selatan, Risvandika, terjadi secara merata di seluruh PKS yang terdata. Hal ini menandakan adanya perbaikan kondisi pasar sawit dan membuka peluang emas bagi petani untuk meningkatkan pendapatan mereka dari hasil panen. Situasi ini patut diapresiasi karena seluruh perusahaan menunjukkan kekompakan dalam menaikkan harga pembelian sawit dari petani mandiri.
“Secara umum seluruh pabrik mengalami kenaikan harga dibandingkan hari sebelumnya,” ungkap Risvandika, menegaskan optimisme yang melingkupi sektor ini.
Rincian Kenaikan Harga di Berbagai PKS
Data yang dihimpun menunjukkan bahwa lonjakan harga tertinggi terjadi di PT Bumi Sawit Sukses Pratama (BSSP) yang berlokasi di Simpang Rimba. Pabrik ini mencatat kenaikan harga sebesar 6,38 persen, atau setara dengan Rp150 per kilogram untuk jenis Tenera. Sebelumnya, harga TBS jenis Tenera di PKS ini berada di angka Rp2.350 per kilogram, dan kini melonjak menjadi Rp2.500 per kilogram.
Tidak hanya itu, PT BSSP juga menetapkan harga yang menarik untuk jenis Dura, yaitu sebesar Rp2.025 per kilogram. Kenaikan harga ini menjadi yang paling signifikan dalam perdagangan sawit pada hari itu, memberikan dorongan substansial bagi petani yang memproduksi jenis tersebut.
Sementara itu, PT Mentari Sawit Makmur (MSM) yang berlokasi di Desa Ranggas, juga tidak ketinggalan dalam memberikan kabar baik. PKS ini mencatat kenaikan harga sebesar 4,22 persen, atau naik Rp100 per kilogram. Dengan penyesuaian ini, harga TBS jenis Tenera di PT MSM berubah dari Rp2.370 menjadi Rp2.470 per kilogram.
Kenaikan harga yang relatif stabil di berbagai PKS ini memberikan sinyal positif bahwa permintaan terhadap sawit dari petani lokal masih berada dalam kondisi yang baik. Pasar menunjukkan tren yang cenderung bergerak positif, memberikan kepastian dan harapan bagi para pelaku usaha perkebunan.
“Harga sawit saat ini cukup baik dan memberi dampak positif bagi petani,” ujar Risvandika, menggarisbawahi manfaat langsung yang dirasakan oleh para petani.
Keseragaman Harga Menambah Daya Saing
Lebih lanjut, terdapat tiga PKS lainnya yang menunjukkan keseragaman dalam penetapan harga, yaitu PT Tama Buana Jaya (TBJ) di Jeriji, PT Bangka Agro Plantari (BAP) di Bedengung, dan PT Bumi Palmindo Kencana (BPK) di Payung. Ketiga perusahaan ini secara kompak menetapkan harga yang sama untuk TBS kelapa sawit.
Masing-masing PKS tersebut mengalami kenaikan sebesar 4,17 persen, atau naik Rp100 per kilogram dari harga sebelumnya yang berada di angka Rp2.400 menjadi Rp2.500 per kilogram.
Keseragaman harga yang ditawarkan oleh ketiga PKS ini tidak hanya membuat posisi harga sawit di Bangka Selatan semakin kompetitif, tetapi juga memberikan keuntungan yang lebih besar bagi petani mandiri di wilayah tersebut. Para petani kini memiliki lebih banyak pilihan dengan jaminan harga yang serupa, sehingga dapat memaksimalkan potensi pendapatan mereka.
Kenaikan harga yang terjadi secara serentak dan merata ini diharapkan tidak hanya bersifat sementara. Ada harapan besar agar tren positif ini dapat terus bertahan, sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan para petani kelapa sawit di Bangka Selatan secara berkelanjutan.
- PT Bumi Sawit Sukses Pratama (BSSP) Simpang Rimba:
- Jenis Tenera: Naik Rp150/kg menjadi Rp2.500/kg (kenaikan 6,38%)
- Jenis Dura: Rp2.025/kg
- PT Mentari Sawit Makmur (MSM) Desa Ranggas:
- Jenis Tenera: Naik Rp100/kg menjadi Rp2.470/kg (kenaikan 4,22%)
- PT Tama Buana Jaya (TBJ) Jeriji, PT Bangka Agro Plantari (BAP) Bedengung, dan PT Bumi Palmindo Kencana (BPK) Payung:
- Harga TBS: Naik Rp100/kg menjadi Rp2.500/kg (kenaikan 4,17%)
“Semoga tren kenaikan harga ini bisa terus bertahan sehingga kesejahteraan petani ikut meningkat,” tutup Risvandika, menyampaikan harapan yang sama dengan seluruh masyarakat petani di Bangka Selatan.


















