
Patrolmedia, Jakarta -:- Kantor PT GoTo Gojek Tokopedia digeledah Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait skandal pengadaan Chromebook di Kemendikbudristek periode 2019–2022 yang diduga penuh akal-akalan.
Penggeledahan dilakukan tim Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) pada Selasa (8/7/2025).
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Harli Siregar mengonfirmasi langkah ini bagian dari penyidikan lanjutan.
“Penyidik menggeledah dan menyita sejumlah barang bukti disalah satu lokasi” ujar Harli di Jakarta, seperti dilansir Antara.
Barang bukti yang dikantongi mulai dari dokumen, surat penting hingga perangkat elektronik seperti flashdisk.
Semua barang sitaan itu saat ini disisir satu per satu, dicocokkan, diverifikasi, dan digali lebih dalam.
Tujuannya untuk membongkar benang kusut dugaan korupsi yang katanya melibatkan lebih dari satu pihak.
Masalah utamanya bukan sekadar soal pengadaan laptop untuk sekolah. Ini lebih dari itu.
Harli menyebut ada indikasi pemufakatan jahat. Tim teknis diduga “dipaksa” mengeluarkan kajian teknis yang menggiring ke satu pilihan, laptop berbasis Chrome OS alias Chromebook.
Padahal, dari awal sudah jelas, Chromebook itu tidam cocok untuk kebutuhan pendidikan di Indonesia.
Tahun 2019, Pustekom Kemendikbud sudah mengetes 1.000 unit Chromebook dan hasilnya tidak efektif.
Tim teknis awalnya bahkan menyarankan pakai laptop berbasis Windows yang lebih sesuai kebutuhan.
Tapi entah kenapa, tiba-tiba keluar kajian baru yang justru merekomendasikan Chromebook.
Anggaran pengadaan ini juga bukan recehan. Harli menyebut proyek ini membakar dana nyaris Rp10 triliun, tepatnya Rp9,982 triliun.
Dana itu terdiri dari Rp3,582 triliun dari Dana Satuan Pendidikan (DSP), dan sisanya Rp6,399 triliun diambil dari Dana Alokasi Khusus (DAK).
Bisa dibilang, uang negara dibakar buat barang yang sejak awal sudah diprediksi tidak akan jalan.
Dan sekarang, salah satu perusahaan teknologi terbesar di Indonesia, GoTo Gojek Tokopedia digeledah ikut terseret.
(Ft/Ikh)






















