7 PMI Ilegal dari Batam Tak Jadi ke Abu Dhabi

PMI Ilegal
Polda
PMI Ilegal
Ditreskrimum Polda Kepri mengamankan 7 PMI Ilegal yang akabat berangkat ke Abu Dhabi. (Foto:Ist) 

Patrolmedia, Batam -:- 7 PMI ilegal tak jadi berangkat ke Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Mereka diamankan Subdit 4 Ditreskrimum Polda Kepri di Pelabuhan Ferry Internasional Batam Center, Kota Batam

Dirreskrimum Polda Kepri Kombes Pol Ade Mulyana mengatakan, 7 PMI ilegal ini diselamatkan hari Senin, 10 Februari 2025, sekira pukul 07.00 WIB diterminal Ferry Batam Centre.

Ade meyebut petugas mengamankan mereka saat pemeriksaan rutin penumpang yang akan berangkat ke luar negeri di Pelabuhan Ferry Internasional Batam Center.

“Ketujuh Pekerja Migran Indonesia (PMI) non-prosedural ini berinisial PI, A, J, MS, MA, IS, dan S. Mereka datang dari berbagai daerah, termasuk Batam, Bengkalis, dan Karimun,” ungkap Ade dalam keterangannya, Kamis (14/2/25).

Ade Mulyana mengatakan para PMI dijanjikan pekerjaan sebagai welder (pengelasan) di Abu Dhabi melalui jalur non-prosedural.

Modus yang digunakan pelaku terhadap 7 PMI tersebut yaitu menjanjikan pelatihan dan pekerjaan sebagai welder di luar negeri.

“Hasil interogasi, keberangkatan mereka diatur pengurusnya berinisial L yang berada di Abu Dhabi,” ungkapnya.

Saat ini, kata Ade, ketujuh PMI ilegal sudah diamankan di Subdit 4 Ditreskrimum Polda Kepri untuk pemeriksaan mendalam.

Ditreskrimum Polda Kepri berkitmen mengungkap jaringan yang terlibat dalam pengiriman PMI non-prosedural itu.

Pihaknya juga berkoordinasi dengan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) untuk memastikan perlindungan bagi para korban.

“Polda Kepri terus berkomitmen memberantas praktik pengiriman tenaga kerja non-prosedural yang dapat merugikan masyarakat, dan mengungkap jaringannya,” pungkas Ade.

Ditambahkan, Kabidhumas Polda Kepri Kombes Pol Pandra Arsyad mengimbau masyarakst agar tidak terpengaruh tawaran iming-imingi untuk menjadi PMI ilegal.

“Selalu waspada terhadap janji-janji gaji tinggi yang tidak realistis, ” kata Zahwani.

Ia menyarankan untuk memilih menjadi pekerja migran prosedural dan aman untuk menghindari tindak kejahatan perdagangan manusia.

“Ini bertujuan untuk memastikan perlindungan dan kesejahteraan bagi PMI di luar negeri,” tutupnya.

 

Editor: M. Ichsan