Predator Seks Reynhard Sinaga Akan Dipulangkan dari Penjara Inggris

Pihak keluarga merespon terpidana sangat emosional, karena mereka mengaku kesulitan berkomunikasi dengan Reynhard yang terkurung di penjara Inggris

Predators Seks Reynhard Sinaga
Pemerkosa berantai asal Indonesia, Reynhard Sinaga saat ini menjalani hukuman seumur hidup di penjara berkeamanan maksimum di Inggris. (Foto: AFP/Ho)
Reynhard kini mendekam di HMP Wakefield, penjara berkeamanan maksimum yang menampung para penjahat berisiko tinggi di Inggris. (Foto: BBC) 

Predator Seks Reynhard Sinaga Dikenal Sebagai Pemerkosa Pria Paling Sadis Dalam Sejarah Inggris

Reynhard Sinaga, warga negara Indonesia yang dikenal sebagai pemerkosa pria paling sadis dalam sejarah Inggris.

Ia terjerat dalam serangkaian kasus pelecehan seksual terhadap ratusan pemuda saat ia tinggal di Manchester Inggris pada 2015 hingga 2017.

Kejahatan itu terungkap setelah salah satu korban yang tersadar saat tengah dilecehkan sang predator dan melaporkan insiden tak lazim tersebut ke polisi setempat.

Reynhard kerap memanfaatkan situasi di luar klub malam dan pub, menargetkan pria-pria muda yang sedang mabuk.

Ia membujuk para korban untuk ikut dengannya ke apartemennya di Princess Street, lalu membius mereka dengan Gamma Hidroksi Butirat (GHB), obat yang biasa digunakan dalam praktik chemsex, sebelum melakukan pemerkosaan.

Reynhard juga merekam aksi kekejamannya tersebut dan menyimpan barang-barang milik korban, seperti jam tangan, ponsel, hingga kartu identitas.

Para korban biasanya terbangun tanpa ingatan apapun mengenai peristiwa yang dialami mereka.

Aksi amoral Reynhard akhirnya terkuak setelah korban terakhirnya tersadar dan melawan sampai kejadian tersebut dilaporkan ke polisi pada Juni 2017.

Kasus itu menggemparkan seantero negeri dan membuatnya dijatuhi hukuman seumur hidup pada tahun 2020, setelah terbukti bersalah atas 159 pelanggaran seksual, termasuk pemerkosaan terhadap 136 pria muda.

Reynhard dikenal sebagai pemerkosa paling produktif dalam sejarah Inggris. Kebanyakan korbannya adalah pria Inggris kulit putih heteroseksual berusia 18 hingga 36 tahun, dengan usia rata-rata 21 tahun.

“Reynhard Sinaga adalah pemerkosa yang paling produktif dalam sejarah hukum Inggris,” kata Jaksa penuntut, Ian Rushton, kala itu, seperti dilansir AFP.

Reynhard kini mendekam di HMP Wakefield, penjara berkeamanan maksimum yang menampung para penjahat berisiko tinggi di Inggris.

Meski mendekam di penjara, ia tak luput dari penganiayaan dari napi lain yang diterimanya, termasuk pemukulan yang mengakibatkan cedera parah pada wajahnya.

Foto-foto wajahnya yang penuh lebam pertama kali dirilis oleh Kepolisian Manchester menjelang penayangan film dokumenter BBC, Catching a Predator, pada Oktober 2021.

Kasus ini tak hanya menyisakan luka mendalam bagi para korban, tetapi juga menimbulkan kontroversi dalam upaya pemerintah Indonesia untuk memulangkan Reynhard, sebagai bagian dari perlindungan terhadap hak-hak WNI di luar negeri.

 

Editor: M. Ichsan