BGN Dibatasi Polisi, Nanik S Deyang Hilang di KPK

Kehadiran Aparat di Kantor BGN yang Menimbulkan Spekulasi

Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) yang berlokasi di Jalan Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat kembali menjadi sorotan setelah mendadak dipasang garis polisi. Pada hari Kamis (9/7/2026), kaca gedung terlihat retak dan tim Inafis dikerahkan ke lokasi. Hal ini memicu spekulasi mengenai penyebabnya.

Pantauan di lapangan sekitar pukul 14.45 WIB menunjukkan satu mobil Inafis berwarna oranye terparkir di depan kantor BGN. Serpihan kaca juga terlihat berserakan di bagian bawah bangunan atau tepat dekat lokasi parkir kendaraan. Lokasi serpihan kaca itu sendiri kini terlihat sudah dikelilingi garis polisi. Di bagian atas gedung, terlihat ada kaca yang alami keretakan cukup parah. Di tempat itu, petugas berompi dengan tulisan ‘INAFIS’ di bagian belakang juga terlihat berkeliling untuk melakukan pemeriksaan dan dokumentasi.

Beredar kabar bahwa kantor BGN jadi sasaran teror hingga polisi turun tangan melakukan penyelidikan. Sebelumnya, Ketua BGN Nanik S Deyang juga membuat heboh karena tiba-tiba menghilang saat acara di KPK hingga membuat penasaran awak media.

Peristiwa Menghilangnya Nanik S Deyang di KPK

Nanik S Deyang tiba di Gedung KPK bersama Wakil Ketua BGN Agustina Arumsari dan Mayjen (Purn) TNI Trenggono pada pukul 10.34 WIB. Rombongan pimpinan BGN ini menumpangi dua mobil hitam dan kompak mengenakan kemeja putih berlengan panjang. Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK Aminudin langsung menyambut kedatangan mereka dan mengajak ketiganya berjalan menuju lift.

Awak media yang berjaga di lokasi sempat menanyakan tujuan kehadiran para petinggi BGN tersebut ke KPK. Nanik merespons singkat bahwa mereka datang untuk menjalin kolaborasi antarlembaga. “Kerja sama,” kata Nanik. Menimpali ucapan Ketua BGN, Trenggono juga memberikan komentar singkat kepada wartawan sebelum rombongan memasuki ruangan.

Pertemuan antara KPK dan BGN akhirnya selesai pada pukul 12.44 WIB. Namun, awak media menyoroti sebuah kejadian menarik ketika sesi tanya jawab berlangsung. Pihak BGN yang awalnya datang bertiga tidak kembali turun secara utuh. Hanya Wakil Ketua BGN Agustina Arumsari yang tampil mendampingi Aminudin menemui para wartawan. Nanik S Deyang dan Trenggono sama-sama tidak menampakkan diri lagi ke hadapan publik.

Para jurnalis langsung menanyakan alasan Nanik dan Trenggono tidak ikut serta dalam sesi wawancara tersebut kepada Agustina. Sayangnya, Agustina mengabaikan pertanyaan awak media dan sama sekali tidak memberikan jawaban mengenai keberadaan atasannya. Setelah sesi keterangan pers usai, Agustina bergegas melangkah pergi dan meninggalkan area Gedung KPK.

Penyelidikan Polisi Terkait Kaca yang Pecah

Polisi memastikan insiden pecahnya kaca di Gedung Badan Gizi Nasional (BGN), Jakarta Pusat, bukan disebabkan aksi penembakan maupun teror. Kesimpulan itu disampaikan setelah polisi bersama tim Inafis melakukan pengecekan lokasi dan berkoordinasi dengan pengelola gedung.

Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu mengatakan, hasil pemeriksaan menunjukkan kaca pecah akibat pemuaian pada material kaca. “Kejadian pecahnya kaca di BGN ini, dari salah satu bidang kaca itu bukan karena ada penembakan ataupun teror,” ucapnya di lokasi, Kamis (9/7/2026).

Hasil olah TKP tak menemukan tanda penembakan. Braiel menegaskan, hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh Tim Inafis juga tidak menemukan indikasi adanya aksi kriminal maupun benda mencurigakan di lokasi. Saat ditanya mengenai dugaan pola titik pada kaca yang sempat memunculkan spekulasi penembakan, ia menegaskan belum ditemukan bukti yang mengarah ke dugaan tersebut.

Polisi Minta Pengelola Tingkatkan Perawatan Gedung

Dalam kesempatan yang sama, Braiel mengungkapkan pihak pengelola gedung telah menyampaikan bahwa insiden serupa memang pernah terjadi sebelumnya akibat pemuaian kaca. Menurutnya, gedung yang ditempati BGN merupakan gedung sewa sehingga tanggung jawab pemeliharaan berada di tangan pengelola gedung.

“Jadi barusan informasi dari pengelola gedung bahwa gedung ini disewa oleh BGN. Kemudian dalam rentang waktu satu sampai dua tahun memang ada beberapa bidang kaca yang pecah karena juga memuai. Dan terus dilakukan pemeliharaan oleh pengelola gedung,” tuturnya.

Polisi pun meminta pengelola gedung memperketat perawatan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi dan membahayakan masyarakat. “Ya kami sudah menyampaikan kepada pihak pengelola gedung untuk melakukan maintenance, mencegah hal-hal yang kita tidak inginkan sehingga apabila terjadi atau sebelum terjadi ini akan dilakukan pemeliharaan semuanya secara keseluruhan informasinya,” tuturnya.

Ia menambahkan, untuk saat ini belum ada langkah penyelidikan terhadap pengelola gedung karena insiden tersebut masih menjadi tanggung jawab pihak pengelola. “Belum ada, karena yang bertanggung jawab adalah pengelola gedung,” katanya.

Sementara itu, tindak lanjut yang akan dilakukan setelah insiden ini adalah penggantian kaca yang pecah oleh pihak pengelola gedung. “Tindak lanjutnya untuk kacanya akan diperbaiki oleh pengelola gedung,” kata Braiel.