Dua Warga Sipil Terkena Peluru Nyasar di Padang, Investigasi Intensif Dilakukan
Sebuah insiden yang mengkhawatirkan terjadi di Kota Padang, Sumatera Barat, pada Selasa, Juni 2026, sekitar pukul 17.05 WIB. Dua orang warga sipil, salah satunya adalah seorang mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP), dilaporkan terkena proyektil peluru nyasar. Kejadian ini menimbulkan keprihatinan mendalam dan memicu investigasi mendalam oleh pihak berwenang.
Kronologi Kejadian dan Pernyataan Resmi
Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XX/Tuanku Imam Bonjol, Kolonel Kav Taufiq, membenarkan adanya insiden tersebut. “Memang benar, ada kejadian ataupun insiden pada dua saudara kita yang diduga terkena peluru nyasar,” ujar Kolonel Taufiq dalam keterangannya di Kota Padang pada Selasa malam.
Menurut informasi yang dihimpun, pada saat kejadian, satuan Batalion Infanteri (Yonif) TP 897/Singgalang diketahui tengah melaksanakan latihan di sekitar wilayah tersebut. Namun, Kolonel Taufiq menegaskan bahwa pihak TNI masih dalam proses pengumpulan informasi dan melakukan investigasi untuk memastikan apakah dugaan peluru tersebut berasal dari satuan TNI atau tidak. “Saat ini pihak TNI masih mengumpulkan informasi termasuk melakukan investigasi terkait kejadian itu,” tambahnya.
Penanganan Medis dan Kondisi Korban
Akibat insiden yang tidak terduga ini, kedua korban segera dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat. Awalnya, mereka dibawa ke salah satu rumah sakit swasta di Padang. Selanjutnya, untuk penanganan lebih lanjut dan prosedur operasi pengangkatan proyektil, kedua korban dipindahkan ke Rumah Sakit dr. Reksodiwiryo, yang juga dikenal sebagai Rumah Sakit Tentara.
Konfirmasi dari Pihak Universitas Negeri Padang
Pihak Universitas Negeri Padang (UNP) juga telah memberikan konfirmasi terkait insiden yang menimpa salah satu mahasiswanya. Sekretaris UNP, Erianjoni, membenarkan adanya dugaan mahasiswanya yang terkena tembakan nyasar di area kampus. “Memang ada mahasiswa UNP yang diduga terkena peluru nyasar,” kata Erianjoni.
Erianjoni menjelaskan bahwa insiden ini terjadi pada sore hari di sekitar kawasan rektorat kampus. Kejadian tersebut berlangsung tak lama setelah para mahasiswa merayakan hasil ujian seminar proposal mereka.
Mahasiswi yang menjadi korban berasal dari Jurusan Sosiologi. Ia dilaporkan terkena tembakan di bagian paha atau kaki. Selain mahasiswi tersebut, seorang warga sipil lainnya yang diduga masih merupakan keluarga dari mahasiswa tersebut, juga dilaporkan terkena peluru nyasar di sekitar lokasi yang sama. “Satu lagi keluarga mahasiswa yang sedang berada di kampus,” ujar Erianjoni.
Dampak dan Tindakan Lanjutan
Insiden peluru nyasar ini tentu menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat, terutama bagi warga yang tinggal atau beraktivitas di sekitar area latihan militer. Pihak Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol berkomitmen untuk mengusut tuntas kejadian ini demi memberikan kejelasan dan memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali.
Investigasi yang sedang berjalan akan mencakup pemeriksaan terhadap prosedur latihan, identifikasi sumber proyektil, serta evaluasi langkah-langkah keamanan untuk mencegah insiden di masa mendatang. Pihak TNI akan terus berkoordinasi dengan kepolisian dan pihak terkait lainnya untuk memastikan proses investigasi berjalan transparan dan komprehensif.
Peristiwa ini juga menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dan kepatuhan terhadap prosedur keamanan, baik bagi pihak militer saat melakukan latihan maupun bagi masyarakat sipil yang beraktivitas di area yang berdekatan. Penanganan medis yang cepat dan optimal bagi para korban menjadi prioritas utama saat ini, sementara proses hukum dan investigasi akan terus berjalan untuk mengungkap fakta sebenarnya di balik kejadian ini.
Pihak Kodam juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan memberikan ruang bagi tim investigasi untuk bekerja secara profesional. Informasi lebih lanjut mengenai perkembangan kasus ini akan disampaikan secara berkala oleh pihak berwenang.


















