Lokal  

Solar Langka di Ponorogo: SPBU Normal hingga Kosong

Ketersediaan Solar di Ponorogo Bervariasi: Antrean Hingga Kekosongan Stok Melanda Sejumlah SPBU

Ponorogo – Ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Ponorogo menunjukkan gambaran yang beragam. Meskipun beberapa SPBU masih melayani pembelian solar secara normal dengan antrean yang minim, beberapa lainnya dilaporkan mengalami kekosongan stok. Kondisi ini memaksa para pengendara, terutama pemilik kendaraan berbahan bakar diesel, untuk berputar mencari pasokan ke SPBU lain, bahkan hingga ke luar wilayah terdekat.

SPBU dengan Pelayanan Normal dan Antrean Minimal

Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa sejumlah SPBU masih beroperasi secara normal dalam melayani pembelian solar. Salah satunya adalah SPBU Ngunut yang berlokasi di Jalan Sukowati, Desa Ngunut, Kecamatan Babadan. Di SPBU ini, antrean kendaraan yang ingin mengisi solar tergolong minim. Rata-rata hanya terlihat sekitar 3 hingga 4 truk yang sedang menunggu giliran.

Kondisi serupa juga terlihat di SPBU Jingglong, yang terletak di Jalan MT Haryono, Kelurahan Jingglong. Di SPBU ini, hanya terlihat sekitar 2 truk yang sedang mengantre untuk mengisi BBM solar. Suasana yang relatif lengang ini menunjukkan bahwa pasokan solar di SPBU ini masih mencukupi kebutuhan.

Selanjutnya, SPBU Sekayu yang beralamat di Jalan Trunojoyo, Kelurahan Tambakbayan, juga menunjukkan kondisi yang normal. Sekitar 5 truk dan mobil terlihat mengisi BBM solar di lokasi ini, menandakan ketersediaan stok yang memadai.

Antrean Terlihat di SPBU Keniten

Namun, gambaran mulai sedikit berbeda terlihat di SPBU Keniten, yang beralamat di Jalan Arif Rahman Hakim, Kelurahan Keniten. Di SPBU ini, antrean kendaraan, baik truk maupun mobil, tampak jelas di area pengisian BBM solar. Fenomena ini mengindikasikan adanya peningkatan permintaan atau potensi kelangkaan yang mulai dirasakan oleh sebagian pengendara.

Salah seorang sopir yang ditemui di SPBU Keniten, Wawan, mengungkapkan bahwa ia terpaksa mengantre karena kesulitan mencari solar di tempat lain. “Iya, kemarin malam saya mencari (solar) tidak ada. Ini ada (stok), langsung antre saya,” ujarnya saat dikonfirmasi. Pengalaman Wawan mencerminkan realitas yang dihadapi oleh banyak sopir yang bergantung pada pasokan solar yang stabil.

Kekosongan Stok dan Penantian Pasokan di SPBU Pulung

Situasi yang lebih genting terjadi di SPBU Pulung, yang berlokasi di Jalan Raya Ponorogo-Pulung. Di SPBU ini, stok BBM jenis solar dilaporkan kosong. Sebuah pemberitahuan tertulis terpampang, menyatakan bahwa solar sedang menunggu kiriman pasokan baru.

Seorang warga Kecamatan Pulung, Ega, turut mengonfirmasi kondisi ini. “Kalau di SPBU Pulung kosong. Saya habis lewat (tadi) kosong. Mencoba ke kota, mencari solar karena dari tadi malam tidak ada,” tuturnya. Keterangan Ega menunjukkan bahwa kelangkaan solar di SPBU Pulung telah berlangsung cukup lama dan berdampak pada aktivitas warga yang membutuhkan solar untuk kendaraan mereka.

Sopir Terpaksa Berkeliling Mencari Solar

Akibat kelangkaan solar di beberapa SPBU, sejumlah sopir truk terpaksa melakukan perjalanan ekstra untuk mencari pasokan. Mereka harus berkeliling ke SPBU lain, bahkan hingga ke SPBU yang lokasinya cukup jauh.

Dian Semedi, seorang sopir truk lainnya, menceritakan pengalamannya mencari solar semalam. Ia harus menuju SPBU Nailan di Jalan Raya Ponorogo-Pacitan, Kecamatan Slahung, karena mendapati beberapa SPBU lain dalam keadaan kosong. “Waduh, semalam aku isi di Nailan (SPBU Nailan). Soalnya di Jinglong (SPBU Jingglong), Perumda (SPBU Keniten), Sekayu (SPBU Sekayu), Sinduro (SPBU Sinduro) zonk (kosong),” pungkasnya.

Pengalaman Dian Semedi menyoroti tantangan yang dihadapi para sopir dalam mendapatkan pasokan solar yang dibutuhkan untuk kelangsungan operasional mereka. Ketiadaan stok di beberapa titik strategis memaksa mereka untuk melakukan mobilitas yang lebih luas, yang tentu saja menambah biaya dan waktu operasional.

Dampak dan Harapan

Kondisi ketersediaan solar yang bervariasi ini menimbulkan berbagai dampak, terutama bagi para pelaku usaha transportasi yang sangat bergantung pada pasokan BBM jenis ini. Sopir truk, pengusaha angkutan, dan sektor lain yang menggunakan kendaraan diesel merasakan langsung ketidakpastian pasokan.

Pihak pengelola SPBU, seperti yang terlihat di SPBU Pulung, sedang berupaya mengatasi masalah ini dengan menunggu pasokan baru. Namun, lamanya waktu tunggu pasokan dapat terus menimbulkan keresahan di kalangan pengguna solar.

Diharapkan agar pasokan solar dapat segera terdistribusikan secara merata dan stabil ke seluruh SPBU di Kabupaten Ponorogo. Hal ini penting untuk menjaga kelancaran aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat yang menggunakan kendaraan berbahan bakar diesel. Pengawasan dan koordinasi yang lebih baik antara pihak terkait, seperti Pertamina dan pemerintah daerah, diharapkan dapat meminimalkan kejadian kelangkaan serupa di masa mendatang.