UTM Buka Fakultas Kedokteran: 50 Kursi Menanti

Sejarah Baru di Madura: Universitas Trunojoyo Madura Resmikan Fakultas Kedokteran

Sebuah tonggak sejarah penting telah ditorehkan oleh Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Bangkalan. Perguruan tinggi negeri yang berlokasi di Pulau Madura ini secara resmi memperoleh izin untuk membuka Program Studi (Prodi) Kedokteran Program Sarjana dan Prodi Profesi Dokter Program Profesi. Keputusan bersejarah ini diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) RI pada Selasa malam, Juni 2026.

Terbitnya izin ini menandai dimulainya era baru penyelenggaraan pendidikan kedokteran di Kampus Negeri UTM, yang terletak di Desa Telang, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan. Rektor UTM, Prof. Dr. Safi’, menyambut baik kabar gembira ini dengan rasa syukur yang mendalam.

“Alhamdulillah, akhirnya izin ini terbit juga. UTM kini telah resmi mendapatkan izin untuk menyelenggarakan pendidikan kedokteran,” ujar Prof. Safi’ melalui sambungan telepon pada Selasa malam.

Keputusan bernomor 610/B/O/2026 ini menegaskan bahwa Mendiktisaintek RI memandang perlu untuk memberikan izin pembukaan program studi kedokteran bagi UTM. Keputusan ini merupakan respons atas berbagai tahapan yang telah dilalui, termasuk surat permohonan dari Rektor UTM tertanggal 11 Desember 2024 dan surat dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah II tertanggal 30 Maret 2026.

Tiga Pilar Utama yang Memenuhi Syarat

Prof. Safi’ menjelaskan bahwa UTM telah berhasil memenuhi tiga kriteria utama yang menjadi syarat mutlak dalam pendirian sebuah Fakultas Kedokteran. Pemenuhan ketiga syarat ini menjadi dasar utama dikeluarkannya izin oleh pemerintah.

1. Sumber Daya Manusia (SDM) yang Memadai

Aspek pertama yang dinilai adalah ketersediaan dan kualitas sumber daya manusia yang akan terlibat dalam proses pembelajaran di Fakultas Kedokteran. Hal ini mencakup dosen dengan kualifikasi dan keahlian yang relevan, tenaga kependidikan yang profesional, serta staf pendukung lainnya yang dibutuhkan untuk operasional fakultas. UTM telah menunjukkan bahwa pihaknya memiliki tim yang kompeten untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan kedokteran.

2. Kelayakan Sarana dan Prasarana

Aspek kedua yang krusial adalah kesiapan sarana dan prasarana. Hal ini meliputi ketersediaan ruang kuliah yang memadai, laboratorium praktik yang lengkap dengan peralatan modern, perpustakaan yang kaya akan referensi medis, rumah sakit pendidikan atau jejaring rumah sakit yang memiliki fasilitas memadai untuk praktik mahasiswa, serta fasilitas pendukung lainnya seperti ruang administrasi dan area mahasiswa. UTM telah memastikan bahwa infrastruktur yang dibutuhkan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar kedokteran telah siap.

3. Kurikulum yang Komprehensif

Syarat ketiga yang menjadi pertimbangan adalah kurikulum yang akan diterapkan. Kurikulum kedokteran harus dirancang secara komprehensif, mengikuti perkembangan ilmu kedokteran terkini, serta berorientasi pada kebutuhan pelayanan kesehatan di masyarakat. UTM telah menyusun kurikulum yang dianggap memenuhi standar dan relevan untuk menghasilkan lulusan dokter yang berkualitas.

“Alhamdulillah, ketiganya dinyatakan lulus. Baik dalam asesmen dokumen maupun asesmen lapangan. Sehingga kami sudah mendapatkan izin untuk segera menyelenggarakan kegiatan pendidikan kedokteran,” papar Prof. Safi’.

Kuota Mahasiswa dan Jalur Pendaftaran

Menjelang dimulainya operasional Fakultas Kedokteran UTM, telah ditetapkan kuota mahasiswa baru untuk tahun pertama. Prof. Safi’ memaparkan bahwa jumlah maksimal mahasiswa baru yang akan diterima di Prodi Kedokteran UTM pada tahun pertama adalah sebanyak 50 orang. Kuota ini akan dibagi menjadi dua kelas, di mana masing-masing kelas akan terdiri dari 25 mahasiswa.

Pengumuman resmi mengenai penerimaan mahasiswa baru Fakultas Kedokteran UTM dijadwalkan akan disebarkan mulai hari Rabu, Juni 2026. Bersamaan dengan itu, pihak universitas juga tengah mempersiapkan berbagai instrumen yang dibutuhkan untuk proses pendaftaran dan seleksi.

Mengingat jalur penerimaan nasional seperti Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) kemungkinan besar telah terlewati, UTM akan membuka pendaftaran mahasiswa baru melalui jalur mandiri. Hal ini memberikan kesempatan bagi calon mahasiswa yang berminat untuk melanjutkan pendidikan kedokteran di UTM.

“Jadi kami masih ada kesempatan membuka pendaftaran mahasiswa baru Prodi Kedokteran di jalur mandiri karena jalur nasional sudah lewat. SDM Prodi Kedokteran maupun sarana prasarana dan kurikulum sudah siap,” tegas Prof. Safi’.

Dengan dibukanya Fakultas Kedokteran ini, UTM tidak hanya mencetak sejarah bagi universitas itu sendiri, tetapi juga memberikan harapan baru bagi masyarakat Madura dan sekitarnya untuk mendapatkan akses pendidikan kedokteran yang lebih baik, serta berkontribusi dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan di wilayah tersebut.