Semangat Pancasila Menggema di Tebingtinggi: Fondasi Perdamaian dan Pemersatu Bangsa
Kota Tebingtinggi baru-baru ini menjadi saksi bisu khidmatnya peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026. Acara yang diselenggarakan di Lapangan Merdeka ini dihadiri oleh berbagai unsur penting di pemerintahan dan keamanan Kota Tebingtinggi, menunjukkan betapa pentingnya momentum ini bagi masyarakat. Wali Kota Tebingtinggi, H. Iman Irdian Saragih, beserta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turut hadir, menegaskan komitmen mereka terhadap nilai-nilai luhur Pancasila.
Upacara yang berlangsung dengan penuh kekhidmatan ini dipimpin oleh Inspektur Upacara, Kapolres Tebingtinggi AKBP Rina Frillya, SIK. Kehadiran beliau bersama para pejabat lainnya, seperti Ketua DPRD Tebingtinggi Sakti Khadaffi Nasution, Wakapolres Rudi Syahputra, Pabung Kodim 0204/DS Kapt. Inf PM Simanjuntak, Danyon B Sat Brimob Polda Sumut Kompol Bima Anggalaksana, dan Sekretaris Daerah Kota Tebingtinggi Erwin Suheri Damanik, semakin memperkuat suasana kebersamaan dalam memperingati hari bersejarah ini.
Pancasila: Bintang Penuntun dan Perekat Keberagaman
Dalam amanat yang dibacakan oleh AKBP Rina Frillya, tersampaikan pesan mendalam dari Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI, Prof. Drs. Yudian Wahyudi, MA, PhD. Tema peringatan tahun ini, ‘Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia’, menjadi inti dari seluruh rangkaian acara. Pancasila digambarkan sebagai bintang penuntun yang telah terbukti kokoh dalam menjaga ketangguhan bangsa Indonesia di tengah berbagai tantangan global yang kompleks. Lebih dari sekadar penuntun, Pancasila juga merupakan perekat utama yang menyatukan keberagaman suku, agama, ras, dan antargolongan di Indonesia.
“Peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremonial tahunan, tetapi momentum untuk memastikan nilai-nilai Pancasila tetap hidup dan menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Kapolres saat membacakan amanat Kepala BPIP. Pernyataan ini menekankan bahwa perayaan ini memiliki makna yang lebih dalam dari sekadar tradisi. Ini adalah panggilan untuk terus menghidupkan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam setiap aspek kehidupan sehari-hari, baik sebagai individu maupun sebagai bagian dari masyarakat yang bernegara.
Mewujudkan Pancasila dalam Tindakan Nyata
Amanat tersebut juga secara tegas mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang tidak hanya dipelajari, tetapi benar-benar diwujudkan dalam tindakan nyata. Nilai-nilai fundamental Pancasila seperti kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, dinilai semakin relevan dan krusial dalam menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi bangsa, baik di tingkat nasional maupun global.
Di era digital yang penuh dengan informasi dan potensi polarisasi, nilai-nilai Pancasila hadir sebagai jangkar yang kuat. Semangat persatuan, toleransi, dan musyawarah mufakat menjadi kunci untuk menjaga keharmonisan sosial dan mencegah perpecahan. Keadilan sosial pun menjadi pilar penting dalam membangun masyarakat yang sejahtera dan merata.
Peran Indonesia dalam Perdamaian Dunia
Pidato yang disampaikan juga menyoroti peran vital Indonesia dalam mewujudkan perdamaian dunia. Kontribusi bangsa ini terlihat jelas melalui partisipasi aktif dalam pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), keterlibatan dalam upaya mediasi konflik regional, serta konsistensi dalam memperjuangkan keadilan bagi bangsa-bangsa yang hingga kini masih merasakan pahitnya penjajahan atau diskriminasi. Ini menunjukkan bahwa Pancasila bukan hanya relevan untuk internal Indonesia, tetapi juga menjadi inspirasi dan kontribusi positif bagi tatanan dunia yang lebih damai.
Upacara peringatan ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari jajaran instansi vertikal, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, lurah, hingga aparatur sipil negara (ASN) dan berbagai unsur masyarakat lainnya. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila merupakan agenda bersama yang melibatkan seluruh komponen bangsa.
Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di Kota Tebingtinggi ini bukan sekadar acara seremonial semata. Ia menjadi momentum berharga untuk meneguhkan kembali komitmen kebangsaan yang mendalam, serta memperkuat semangat persatuan yang kokoh dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Semangat Pancasila yang terpatri dalam hati setiap warga negara diharapkan terus membimbing langkah bangsa ini menuju masa depan yang lebih baik, adil, dan damai.




















