Patrolmedia, Batam – Polda Kepri bersama Polis Diraja Malaysia (PDRM) memperketat pengawasan perbatasan untuk memberantas penyelundupan manusia dan narkoba.
Kolaborasi ini dilakukan lewat rapat bilateral bersama Polis Diraja Malaysia (PDRM) Kontingen Johor dan Melaka di Johor Bahru, Malaysia, pada 7–8 September 2026.
Delegasi Polda Kepri dipimpin Wakapolda Kepri Brigjen Pol Anom Wibowo, didampingi Dirreskrimum, Dirresnarkoba, dan Dirpolairud.
Pertemuan ini fokus membahas maraknya ancaman Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan peredaran narkoba di Selat Malaka dan Laut China Selatan.
Dalam rapat, Polda Kepri membongkar berbagai modus baru pelaku, mulai dari:
Transaksi narkoba antar-kapal (ship-to-ship) di laut sesuai titik koordinat.
Penggunaan identitas palsu dan aplikasi pesan terenkripsi.
Transaksi keuangan jaringan kejahatan menggunakan kripto dan dompet digital.
Kasus narkoba di wilayah Kepri sendiri terus melonjak. Tercatat ada 432 kasus pada 2024, naik menjadi 595 kasus pada 2025, dan sudah menyentuh 440 kasus hingga Agustus 2026.
Bahkan sepanjang 2026, polisi menggagalkan penyelundupan dalam jumlah fantastis, yaitu 1,3 ton ketamin, 2,6 ton liquid methamphetamine (sabu cair), dan 800 kilogram ketamin.
Wakapolda Kepri Brigjen Pol. Anom Wibowo mengatakan kejahatan lintas negara ini tidak bisa diberantas sendirian karena para pelaku terus memanfaatkan celah antar negara.
”Kejahatan lintas negara butuh kerja sama yang kuat. Komunikasi, pertukaran informasi, dan koordinasi operasional harus diperkuat agar penanganan TPPO dan narkoba bisa cepat dan efektif,” kata Anom.
12 Kesepakatan Strategis Polda Kepri dan Polis Malaysia:
- Layanan komunikasi khusus 24 jam serta penunjukan petugas penghubung (liaison officer).
- Penyusunan SOP untuk operasi dan patroli laut bersama.
- Pengawasan pergerakan kapal mencurigakan lewat Automatic Identification System (AIS).
- Pelacakan dan penyitaan aset hasil kejahatan (money laundering).
- Pemulangan buronan (DPO) melalui deportasi, ekstradisi, dan bantuan hukum timbal balik (Mutual Legal Assistance).
- Evaluasi berkala lewat pertemuan online setiap bulan dan tatap muka tiap 3 bulan.
Selain rapat keamanan, rombongan Polda Kepri juga menyempatkan berkunjung ke KJRI Johor Bahru dan Sekolah Indonesia Johor Bahru (SIJB).
(Kml/Kml)






















