Erick Thohir: Komitmen & Target Maksimal Persiapan Asian Games 2026


Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir, telah menegaskan komitmen penuhnya untuk memastikan persiapan optimal bagi kontingen Indonesia yang akan berlaga di ajang Asian Games 2026. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah rapat kerja penting bersama Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang diselenggarakan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Dalam rapat tersebut, Erick Thohir memaparkan secara rinci mengenai situasi anggaran yang dihadapi. Ia menyoroti adanya penurunan signifikan pada alokasi anggaran untuk pemusatan latihan nasional (pelatnas) Asian Games 2026 jika dibandingkan dengan anggaran pada tahun 2022. Anggaran pelatnas yang sebelumnya mencapai Rp 389.819.933.817, kini diproyeksikan menjadi Rp 81.040.244.006.

Prioritas Anggaran Tetap Terjaga

Meskipun terjadi penyesuaian anggaran, Erick Thohir memberikan jaminan bahwa alokasi dana untuk keberangkatan seluruh kontingen Indonesia ke ajang Asian Games 2026 akan tetap menjadi prioritas utama dan dijaga keberlangsungannya. Hal ini menunjukkan bahwa fokus utama tetap pada partisipasi penuh atlet Indonesia di kancah internasional.

Penyesuaian Target Prestasi

Menpora Erick Thohir juga mengumumkan adanya penyesuaian target perolehan medali bagi Indonesia di Asian Games 2026. Berdasarkan evaluasi terkini, Indonesia diprediksi berpotensi meraih empat medali emas. Target ini mengalami penyesuaian dari target sebelumnya yang lebih tinggi, salah satunya disebabkan oleh tidak dipertandingkannya beberapa nomor pertandingan yang sebelumnya menjadi lumbung medali bagi Indonesia.


Tiga nomor pertandingan yang tidak lagi masuk dalam agenda Asian Games kali ini adalah nomor 10m running target dan 10m running target mixed dari cabang olahraga menembak, serta nomor traditional boat race. Ketiga nomor ini sebelumnya merupakan cabang yang menjanjikan bagi kontingen Merah Putih.

“Pada Asian Games sebelumnya, Indonesia berhasil meraih tujuh medali emas. Namun, target kami kali ini disesuaikan menjadi empat medali emas karena ada tiga nomor pertandingan yang tidak lagi dipertandingkan,” jelas Erick Thohir. Penyesuaian ini merupakan langkah realistis mengingat perubahan dalam daftar cabang olahraga yang diperlombakan.

Kolaborasi Lintas Sektor untuk Strategi Unggul

Untuk merumuskan strategi terbaik guna mempertahankan dan meningkatkan prestasi olahraga Indonesia di tingkat Asia, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) telah aktif berdialog dan berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Pertemuan-pertemuan telah dilakukan dengan perwakilan dari berbagai cabang olahraga (cabor), Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), serta Komite Olimpiade Indonesia (KOI).

Kolaborasi ini bertujuan untuk menyusun peta jalan yang komprehensif, mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan, serta merancang program latihan dan pembinaan yang efektif sesuai dengan dinamika olahraga terkini.

Harapan Dukungan Tambahan dan Apresiasi

Dalam kesempatan yang sama, Menpora Erick Thohir juga menyampaikan harapannya agar ada dukungan tambahan yang signifikan dari para pemangku kebijakan lainnya, terutama dalam aspek pendanaan. Ia menekankan bahwa perhatian yang lebih besar sangat krusial untuk memenuhi berbagai kebutuhan para atlet dan pelatih yang telah menunjukkan dedikasi luar biasa dan pengorbanan demi mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.

Lebih lanjut, Erick Thohir memberikan apresiasi yang tinggi terhadap keterlibatan aktif berbagai tokoh penting dalam upaya pembinaan olahraga nasional. Ia menyebutkan beberapa nama yang telah memberikan kontribusi nyata, seperti Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI). Selain itu, apresiasi juga diberikan kepada Yenny Wahid, yang kini memegang amanah sebagai Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI).

“Banyak figur yang telah bekerja keras untuk olahraga kita. Mudah-mudahan ke depannya, semakin banyak pemangku kebijakan yang terus memberikan perhatian lebih dan dukungan berkelanjutan kepada atlet dan pelatih kita,” tutup Erick Thohir. Komitmen dan kolaborasi dari berbagai pihak diharapkan dapat menjadi fondasi kuat bagi kejayaan olahraga Indonesia di masa depan.