Perombakan Pimpinan Badan Gizi Nasional: Komitmen Program Makan Bergizi Gratis Tetap Kokoh
Istana Kepresidenan menegaskan bahwa perubahan struktur kepemimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN) tidak akan menghambat kelancaran pelaksanaan program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG). Keputusan strategis ini diambil oleh Presiden Prabowo Subianto pada Selasa, Juni 2026, sebagai bagian dari upaya penyegaran dan penguatan institusi.
Perombakan ini menempatkan Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala BGN yang baru, didampingi oleh dua wakil kepala, yaitu Agustina Arumsari dan Mayor Jenderal TNI Trenggono. Posisi yang sebelumnya dijabat oleh Dadan Hindayana, Inspektur Jenderal (Purn) Sony Sanjaya, dan Letnan Jenderal TNI (Purn) Lodewyk Pusung, kini telah terisi oleh figur-figur baru yang diharapkan membawa angin segar bagi organisasi.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, memberikan jaminan bahwa pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama. Ia menekankan bahwa proses transisi kepemimpinan ini tidak boleh menimbulkan gejolak atau hambatan dalam operasional BGN. Seluruh unit kerja diimbau untuk terus menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan penuh dedikasi.
“Pemerintah akan terus memastikan bahwa selama proses evaluasi yang terus kita laksanakan, seluruh program BGN tetap berjalan sebagaimana mestinya. Pelayanan kepada masyarakat tidak boleh terganggu sama sekali,” ujar Prasetyo Hadi dalam sesi jumpa pers yang digelar di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, pada Selasa, Juni 2026.
Prasetyo Hadi, yang juga merupakan politikus Partai Gerindra, menegaskan kembali komitmen pemerintah terhadap keberlanjutan proyek MBG. Perubahan pucuk pimpinan di tubuh BGN tidak akan mengubah kebijakan dan fokus pemerintah dalam menjalankan program yang sangat penting bagi kesehatan dan gizi masyarakat ini.
“Pemerintah sekali lagi menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan ini tidak akan mengganggu komitmen kita di dalam menjalankan program MBG yang dilaksanakan oleh BGN,” tegasnya.
Tujuan Perombakan Pimpinan BGN
Istana Kepresidenan mengklaim bahwa perombakan kepemimpinan di BGN ini memiliki tujuan ganda: memperkuat kinerja organisasi secara keseluruhan dan mempercepat implementasi berbagai program prioritas yang menjadi mandat BGN. Langkah ini diharapkan dapat mendorong efisiensi dan efektivitas dalam mencapai tujuan-tujuan strategis negara di bidang gizi dan kesehatan.
Arahan kepada Pimpinan Baru
Dalam kesempatan yang sama, Istana Kepresidenan memberikan arahan khusus kepada ketiga pimpinan BGN yang baru. Nanik Sudaryati Deyang, Agustina Arumsari, dan Mayor Jenderal TNI Trenggono diharapkan untuk segera:
- Melakukan konsolidasi internal: Membangun sinergi dan kekompakan di antara tim internal BGN untuk menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan kohesif.
- Memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga: Meningkatkan kolaborasi dengan berbagai kementerian dan lembaga terkait untuk memastikan program-program BGN terintegrasi dengan baik dan mencapai jangkauan yang optimal.
- Memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah: Membangun kemitraan yang erat dengan pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota untuk memastikan program-program BGN dapat diimplementasikan secara efektif di tingkat akar rumput.
- Memastikan kelancaran seluruh program BGN: Menjamin bahwa seluruh program yang dijalankan oleh BGN, termasuk program MBG, dapat terus berjalan sesuai rencana dan mencapai target yang telah ditetapkan.
Prasetyo Hadi menambahkan bahwa pemerintah memiliki harapan besar kepada jajaran pimpinan baru BGN. Mereka diharapkan mampu membawa perubahan positif dalam tata kelola organisasi, meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan yang terpenting, menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Fokus utama adalah pada peningkatan kualitas gizi, kesehatan, dan pengembangan sumber daya manusia Indonesia agar lebih berkualitas.
Perubahan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat fondasi kesehatan bangsa melalui program-program gizi yang lebih terarah dan efektif.






















