Kehadiran Buaya di Kolam Pemancingan Cimahi Selatan
Pada hari Selasa (21/4/2026), sebuah kejadian tak terduga terjadi di kolam pemancingan PMC yang berlokasi di Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi. Saat itu sedang berlangsung lomba mancing, dan salah satu peserta mendapatkan sesuatu yang tidak biasa—bukan ikan besar, melainkan anak buaya yang tersangkut di kailnya.
Kejadian ini awalnya terjadi minggu sebelumnya, namun baru viral belakangan ini. Tino Afrianto, atau yang dikenal sebagai Bolang, mengatakan bahwa kejadian tersebut terjadi saat lomba mancing berlangsung. “Kejadiannya minggu lalu, cuma mungkin baru viral sekarang ya. Benar di pemancingan ini, kebetulan yang dapat (buaya) itu pemancing di lapak sebelah saya,” ujar Bolang, Senin (27/4/2026).
Bolang menjelaskan bahwa saat itu, buaya berukuran sekitar 1 meter sudah tersangkut di kail salah satu peserta lomba. Namun, saat akan diangkat menggunakan jaring ikan, kail pada buaya lepas. “Awalnya di lapak yang ujung, sudah kena, cuma pas mau ditangkap lepas lagi. Dari situ kita coba tangkap, ternyata dapat sama lapak di sebelah saya.”
Buaya yang awalnya dianggap sebagai ikan induk yang diburu oleh peserta lomba, tiba-tiba membuat heboh ketika kepala buaya muncul dari permukaan air. “Awalnya kita kira indukan ikan, tapi pas kepalanya nongol, kaget itu buaya. Ya akhirnya berhasil ditangkap sama si Bolang,” kata Syaiful Hidayat, saksi yang juga ada di lokasi.
Kejadian Serupa di Kalimantan Utara
Selain kejadian di Cimahi, ada berita lain terkait buaya yang mengejutkan masyarakat. Pada Minggu (22/3/2026), seorang nelayan bernama Ismail (45 tahun) hampir kehilangan nyawanya setelah diserang buaya di Sungai Mansapa, Nunukan Selatan, Kalimantan Utara.
Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 10.00 WITA saat Ismail tengah mencuci tali rumput laut di sungai. Tanpa disadari, seekor buaya mendekat dan langsung menyerang. “Korban sempat diteriaki temannya, diminta cepat naik ke darat karena ada buaya,” ujar Kasi Humas Polres Nunukan, Ipda Sunarwan, yang menceritakan kejadian itu, Senin (23/3/2026).
Meski sudah berusaha menyelamatkan diri, serangan buaya tidak dapat dihindari sepenuhnya. Menurut keterangan kepolisian, buaya sempat menggigit tangan kiri korban sebelum akhirnya melepaskan gigitannya. Aksi heroik rekan korban menjadi penentu keselamatan Ismail. Temannya dengan sigap memukul moncong buaya menggunakan kayu hingga hewan tersebut melepaskan gigitannya.
Perawatan dan Kekhawatiran Masyarakat
Setelah berhasil diselamatkan, luka korban langsung dibalut seadanya menggunakan sarung sebelum dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat. “Karena lukanya lumayan parah, korban dirujuk ke RSUD Nunukan,” kata Sunarwan lagi. Saat ini, Ismail masih menjalani perawatan intensif akibat luka gigitan yang dideritanya.
Kejadian ini memicu kembali kekhawatiran masyarakat terkait keberadaan buaya di wilayah Nunukan Selatan. Serangan buaya disebut bukan pertama kali terjadi di kawasan tersebut. Warga setempat bahkan meminta pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi ancaman ini, mengingat sebagian besar penduduk bergantung pada aktivitas di perairan.
Sebelumnya, Ketua RT setempat, Habir, juga menyampaikan keresahan warga terhadap meningkatnya serangan buaya dalam beberapa tahun terakhir. “Kalau membunuh binatang dilindungi bisa dipenjara. Tapi kalau nyawa buaya dilindungi, masa nyawa manusia tidak. Mana lebih penting,” kata Habir kala itu. Ia menambahkan bahwa dalam kurun waktu tertentu, serangan buaya bisa terjadi berulang kali dan menjadi ancaman serius bagi keselamatan warga.






















