Pencuri Todong Kasir, Bawa Kabur Rp5 Juta dari ATM Mini di Mandau



DURI (CO) – Dua pelaku perampokan bersenjata berhasil membawa kabur uang tunai sebesar Rp5 juta dari sebuah gerai anjungan tunai mandiri (ATM) mini di wilayah Mandau, Kabupaten Bengkalis. Dalam aksinya, pelaku sempat menodongkan benda mirip senjata api kepada kasir yang merupakan seorang perempuan.

Kapolsek Mandau, Primadona Caniago mengatakan, aksi perampokan tersebut terjadi pada Rabu (6/5/2026) sekitar pukul 10.16 WIB. Menurutnya, sebelum beraksi kedua pelaku datang menggunakan sepeda motor Honda Verza warna putih dan berpura-pura membeli rokok di gerai ATM mini tersebut.

“Ya, awalnya dua pelaku turun dari sepeda motornya untuk membeli rokok. Saat itu korban melayani dan mengembalikan uang sisa belanja. Namun pelaku langsung mengeluarkan benda mirip senjata api,” ujar Primadona Caniago, Kamis (7/5/2026).

Kapolsek menjelaskan, senjata tersebut kemudian ditodongkan ke arah korban sehingga membuat korban ketakutan dan memilih keluar dari toko demi menyelamatkan diri. Saat korban menjauh, salah satu pelaku lainnya langsung masuk ke dalam gerai dan mengambil uang tunai yang tersimpan di dalam laci.

“Kedua pelaku mengambil uang tunai sebesar Rp5 juta dan langsung kabur meninggalkan lokasi,” jelasnya.

Usai kejadian, korban yang panik langsung melaporkan aksi perampokan tersebut melalui layanan darurat 110. Polisi yang menerima laporan langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian karena posisi personel piket tidak jauh dari tempat kejadian perkara.

“Hanya butuh waktu sekitar 10 menit, personel piket langsung datang menuju lokasi kejadian,” katanya.

Terkait senjata yang digunakan pelaku, polisi hingga kini masih melakukan pendalaman untuk memastikan apakah benda tersebut benar senjata api asli atau bukan. “Sedangkan terkait senjata api yang digunakan, masih belum bisa memastikan. Saat ini personel masih memburu pelaku,” tutup Kapolsek.

Proses Kejadian Perampokan

Berikut adalah rangkaian kejadian yang terjadi selama aksi perampokan:

  • Pelaku tiba di lokasi dengan menggunakan sepeda motor Honda Verza warna putih.
  • Mereka berpura-pura membeli rokok dan berinteraksi dengan korban.
  • Setelah korban mengembalikan uang sisa belanja, pelaku langsung mengeluarkan benda mirip senjata api.
  • Senjata tersebut ditodongkan ke arah korban, sehingga korban menjadi ketakutan dan memilih keluar dari toko.
  • Salah satu pelaku langsung masuk ke dalam gerai dan mengambil uang tunai dari laci.
  • Uang tunai sebesar Rp5 juta berhasil dibawa kabur oleh kedua pelaku.
  • Korban langsung melaporkan kejadian tersebut melalui layanan darurat 110.
  • Personel piket tiba di lokasi kejadian dalam waktu sekitar 10 menit.

Tindakan Pihak Berwajib

Setelah menerima laporan, polisi segera bertindak untuk mengejar pelaku. Meskipun kejadian terjadi di area yang relatif dekat dengan posisi petugas, upaya penangkapan masih dilakukan. Selain itu, penyidik juga sedang melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap senjata yang digunakan oleh pelaku.

  • Petugas telah tiba di lokasi kejadian dalam waktu singkat.
  • Penyidik sedang memverifikasi apakah senjata yang digunakan benar-benar senjata api.
  • Tim penyidik masih melakukan pencarian terhadap pelaku yang berhasil kabur.
  • Korban diberikan perlindungan dan dukungan dari pihak kepolisian.

Penanganan Kasus

Pihak kepolisian tetap berkomitmen untuk menuntaskan kasus ini. Dengan adanya informasi bahwa pelaku membawa uang tunai sebesar Rp5 juta, penangkapan dan pengembangan kasus akan terus dilakukan. Pihak berwenang juga meminta masyarakat untuk tetap waspada dan memberikan informasi jika mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan kejadian ini.

  • Pihak kepolisian akan terus melakukan penyelidikan dan penangkapan terhadap pelaku.
  • Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan memberikan informasi jika menemukan kecurigaan.
  • Korban mendapatkan perlindungan dan bantuan dari pihak berwajib.
  • Hasil penyelidikan akan segera diumumkan setelah proses penyidikan selesai.

Kesimpulan

Perampokan yang terjadi di gerai ATM mini di wilayah Mandau, Kabupaten Bengkalis, menunjukkan pentingnya kesadaran masyarakat terhadap keamanan dan kehati-hatian dalam bertransaksi. Meski pelaku berhasil kabur, pihak kepolisian tetap berusaha keras untuk menangkap mereka. Dengan kerja sama antara masyarakat dan aparat, harapan besar dapat tercapai dalam menangani kasus seperti ini.