Tragedi Maut: Rombongan Sisingaan Tersengat Listrik di Bekasi, Tiga Tewas
Sebuah insiden tragis mengguncang Kampung Cibeureum, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, pada Selasa, Juni 2026. Rombongan kesenian sisingaan yang sedang mengisi acara khitanan harus menelan pil pahit ketika tujuh anggotanya tersengat aliran listrik. Peristiwa nahas ini merenggut nyawa tiga orang dari mereka, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan rekan-rekan mereka.
Para korban yang menjadi korban musibah ini diketahui merupakan bagian dari Grup Dewa Tarompet, sebuah kelompok kesenian yang berasal dari Ciwera, Gambarsari, Pagaden, Kabupaten Subang. Kejadian yang merenggut nyawa ini berlangsung sekitar pukul 16.00 WIB, tepat setelah rombongan tersebut beristirahat sejenak usai melaksanakan salat Ashar dan hendak melanjutkan perjalanan.
Kronologi Kejadian: Kabel Melintang dan Upaya yang Berujung Petaka
Menurut keterangan dari Pitung (70), perwakilan Satlinmas Desa Mekarmukti, musibah ini bermula ketika kendaraan sisingaan yang mereka tumpangi hendak melewati sebuah jalur. Di tengah perjalanan, rombongan tersebut mendapati adanya kabel listrik yang melintang cukup rendah di atas jalur yang mereka lalui.
Menyadari potensi hambatan, beberapa anggota rombongan berinisiatif untuk mengangkat kabel tersebut agar kendaraan sisingaan dapat melintas dengan aman. “Awalnya habis istirahat, terus jalan lagi. Pas maju, ketemu kabel. Ada yang ngangkat kabel supaya bisa lewat,” jelas Pitung saat dikonfirmasi pada hari yang sama.
Nahas, niat baik untuk mempermudah perjalanan justru berujung pada tragedi. Ketika salah seorang pemain berusaha mengangkat kabel tersebut, diduga ia secara tidak sengaja menyentuh bagian kabel yang bertegangan tinggi. Aliran listrik yang sangat berbahaya itu kemudian dengan cepat merambat ke rekan-rekan lainnya yang berada di dekat posisi kabel dan pemain yang pertama kali tersengat.
“Awalnya satu orang yang kena. Begitu kesetrum, merambet ke yang lain. Yang ngangkat kabel itu langsung kena, terus yang megang atau dekat dia ikut kesetrum,” tambah Pitung, menggambarkan betapa cepatnya peristiwa itu terjadi.
Dampak Kemanusiaan: Korban Jiwa dan Evakuasi
Dari total tujuh orang yang menjadi korban, tiga di antaranya tidak berhasil selamat. Satu orang meninggal dunia seketika di lokasi kejadian, sementara dua korban lainnya dinyatakan meninggal dunia setelah sempat dibawa ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis.
Empat korban lainnya yang mengalami syok dan pingsan segera dievakuasi oleh tim medis desa menggunakan ambulans menuju fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif. Pitung dengan tegas menyatakan bahwa seluruh korban adalah anggota dari grup kesenian tersebut, bukan warga setempat yang kebetulan berada di lokasi.
“Tadi ada tujuh orang korban. Satu sudah jadi korban (meninggal) di lokasi. Dua (meninggal) di Puskesmas, yang lainnya pingsan. Korban semuanya pemain odong-odong, dari grup kesenian itu. Warga tidak ada yang kena,” ungkapnya dengan nada prihatin.
Kondisi Infrastruktur dan Penyelidikan Lebih Lanjut
Terkait dengan kondisi kabel listrik yang menjadi penyebab utama insiden ini, Pitung menyebutkan bahwa bentangan kabel tersebut sebenarnya sudah terpasang sejak lama. Namun, baru kali inilah kabel tersebut menyebabkan korban jiwa. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai standar keamanan dan pemeliharaan infrastruktur kelistrikan di wilayah tersebut.
Menindaklanjuti kejadian yang sangat merugikan ini, pihak kepolisian dari Polsek Cikarang Utara dan Polres Metro Bekasi segera bergerak cepat. Tim identifikasi dan penyidik telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) secara mendalam. Tujuannya adalah untuk mengumpulkan bukti-bukti dan memastikan penyebab pasti dari kecelakaan kerja yang merenggut tiga nyawa kru kesenian tersebut.
Penyelidikan ini diharapkan dapat memberikan titik terang serta mencegah terulangnya kembali insiden serupa di masa mendatang. Pihak berwenang akan terus mendalami aspek teknis dan kelalaian yang mungkin terjadi, demi memastikan keselamatan masyarakat dan para pekerja seni yang seringkali beroperasi di ruang publik.

















