
Kendati demikian, Gedung Putih menyebut Trump turunkan tarif ke puluhan negara tidaklah bersifat mutlak. Bea masuk menyeluruh sebesar 10% pada hampir semua impor AS akan tetap berlaku.
Pengumuman tersebut juga tampaknya tidak memengaruhi bea masuk pada otomotif, baja, dan aluminium yang sudah berlaku.
Penurunan ke tarif semula terhadap negara-negara malah tidak berlaku untuk bea masuk Kanada dan Meksiko.
Sebab, karena barang-barang mereka masih dikenakan tarif terkait fentanil sebesar 25%, jika tidak mematuhi aturan asal usul perjanjian perdagangan AS-Meksiko-Kanada.
Bea masuk tersebut tetap berlaku untuk saat ini, dengan pengecualian yang tidak terbatas untuk barang-barang yang mematuhi USMCA.
Disamping itu, Wakil Presiden Keamanan dan Diplomasi Internasional Asia Society Policy Institute, Daniel Russel yakin dan percaya China tidak akan mungkin mengubah strateginya.
China akan kekeh bersikap tegas, menyerap tekanan dari AS dan membiarkan Trump bertindak berlebihan.
“Beijing yakin Trump melihat konsesi sebagai kelemahan, jadi mengalah hanya akan mengundang lebih banyak tekanan,” ungkap Russel.
Kepada puluhan negara yang telah mendapat penurunan tarif Trump, Russesl mengatakan hal itu disambut baik para pelaku bisnis meski hanya 3 bulan.
“Tetapi guncangan hebat dari gerakan zig-zag (Trump) yang terus-menerus menciptakan lebih banyak ketidakpastian yang dibenci para pelaku bisnis dan pemerintah,” ucap Russel.
Editor: Fatmi Rahim






















