Terkait kontribusi riset energi, Handoko mengatakan pihaknya telah lama melakukan berbagai penelitian, pengembangan, dan studi kelayakan untuk mempersiapkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).
Untuk kegiatan tersebut, kerja sama dengan semua pihak telah dilakukan baik yang bersifat teknis keilmuwan, maupun dari sisi penerimaan publik.
CNNC, tentu saja menjadi salah satu mitra penting BRIN ditingkat internasional dalam peningkatan kapasitas SDM, penelitian, dan pengembangan.
“Dalam konteks ini, misalnya, sejak 2016, BATAN/BRIN menjalin kesepakatan dengan INET untuk menjalin kemitraan strategis jangka panjang dan bersama-sama mendorong kerja sama untuk program HTGR,” kata Handoko.
Ia menambahkan, rencana BRIN terdekat adalah pengembangan kawasan PUSPIPTEK menjadi pusat penelitian dan inovasi energi nuklir nasional dengan merevitalisasi fasilitas yang ada dan membangun fasilitas modern.
Fasilitas baru itu meliputi reaktor riset canggih dan laboratorium pendukung yang dapat melayani kebutuhan riset masa depan untuk mendukung pemanfaatan energi hijau dan pertumbuhan ekonomi biru.
“Selain itu, beberapa fasilitas akselerator partikel akan dibangun untuk mendukung penelitian di bidang kesehatan, lingkungan, pertanian, dan industri,” ujarnya.
Editor: M Ichsan






















