Kementan Siapkan Rp 16,6 T Buat Kejar Swasembada Pangan di 2027

Swasembada Pangan 2027
Mentan Andi Amran Sulaiman saat tiba menemui petani di Desa Tegal Sawah, Kecamatan Karawang Timur, Jawa Barat, Senin (31/8). (Foto: Kementan)

Patrolmedia, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan anggaran Rp 16,6 triliun untuk memperkuat swasembada pangan di 2027.

Dana itu bakal dipakai untuk mempertahankan swasembada pangan sekaligus menggenjot komoditas yang masih bergantung pada impor, seperti bawang putih.

Anggaran tersebut merupakan bagian dari total pagu Kementan tahun 2027 sebesar Rp 28,02 triliun yang telah disetujui Komisi IV DPR RI.

Dilansir dari laman Kementan, Sabtu (5/9/2026), Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjelaskan, strategi pembangunan pertanian dilakukan secara bertahap agar fokus dan targetnya jelas.

“Ini tidak bisa sekaligus, kita selesaikan satu-satu. Kalau anggaran dibagi rata, biasanya malah tidak ada yang jadi,” kata Amran usai Rapat Kerja bersama Komisi IV DPR RI di Jakarta, Selasa (1/9).

Saat ini, ada 8 komoditas utama yang sudah berhasil swasembada, yaitu: Beras, Jagung, Gula konsumsi, Daging ayam, Telur ayam, Bawang merah, Cabai besar, dan Cabai rawit.

Total produksi 8 komoditas itu diperkirakan mencapai 72,91 juta ton, sementara kebutuhan nasional sekitar 68,22 juta ton. Artinya, Indonesia masih punya surplus sekitar 4,69 juta ton.


Rincian Alokasi Anggaran Swasembada Pangan 2027

Kementan membagi anggaran Rp 16,6 triliun tersebut ke beberapa fokus utama:

  • Padi (Rp 9,6 Triliun): Fokus mendongkrak produktivitas panen hingga 10–12 ton per hektare demi menjaga stok beras nasional.
  • Hilirisasi Perkebunan (Rp 2,3 Triliun): Digunakan untuk mengolah komoditas kelapa, kakao, kopi, pala, lada, dan tebu agar punya nilai jual lebih tinggi.
  • Hortikultura (Rp 2 Triliun): Mengembangkan bawang putih, cabai, bawang merah, serta program Pekarangan Pangan Bergizi. Pemerintah membidik produksi bawang putih lokal tembus 40,63 ribu ton pada 2027.
  • Komoditas Impor/Lartas (Rp 1,9 Triliun): Diarahkan untuk menggenjot produksi jagung, kedelai, dan ubi kayu demi menekan ketergantungan impor.
  • Hilirisasi Peternakan (Rp 798 Miliar): Fokus pada pengolahan daging sapi, daging kerbau, telur, dan susu.

Selain fokus meningkatkan hasil panen, Kementan bakal membenahi sektor pascapanen hortikultura.

Amran menyebut pemerintah siap membangun fasilitas pendingin (cold storage) agar hasil panen cabai dan bawang tidak membusuk dan harganya tidak anjlok saat pasokan melimpah.

“Ini butuh solusi permanen, cold storage untuk sayur-sayuran, cabai, dan bawang merah,” tegas Amran.

Tak hanya anggaran Rp 28,02 triliun, Kementan juga mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp 5 triliun pada 2027.

Tambahan ini rencananya dipakai untuk percepatan hilirisasi sektor perkebunan dan pengadaan bantuan traktor bagi petani tebu.

 

(Kml/Ft)