Ini Profil Irman Yefri Adang, Politisi PAN Calon Wali Kota Solok 2020

Wakil Ketua

Hasil Pileg 17 April 2019 memberi berkah, sekaligus beban bagi Caleg Terpilih, dan Caleg yang tidak terpilih di kontestasi Pilkada Kota Solok 2020.

Yang terpilih, akan berfikir dua kali untuk maju jika aturan harus mundur dari jabatan tetap berlaku. Yang tidak terpilih, akan dihadapkan pada stigma masyarakat, Di Pileg saja gagal, bagaimana di Pilkada.

Sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh politik di Kota Solok, meraih hasil berbeda di kontestasi Pileg lalu. Irzal Ilyas, Yutris Can, Ramadhani Kirana Putra, Nasril In, Daswippetra, Rusdi Saleh, Rusnaldi, Yoserizal, Amrinof Dias, Deni Nofri, Bayu Kharisma, dan Hendra Saputra, meraih hasil maksimal. Mereka terpilih!

Sementara figur-figur lain seperti Jon Hendra, Ilzan Sumarta, Andri Marant, Herdiyulis, Dafrizal Buchari, Alfauzi Bote, hingga Agusram Salim, harus menerima kenyataan di luar ekspektasi. Mereka tidak terpilih!

Jika aturan harus mundur dari jabatan bagi yang terpilih, dan stigma bagi yang tidak terpilih tetap berlaku, posisi Adang terbilang cukup aman. Sebab, dalam kontestasi Pilkada Kota Solok 2020, persaingan BA 1 P dan BA 2 P, telah mengerucut dan meninggalkan beberapa nama saja.

Yakni Irman Yefri Adang, petahana Wakil Walikota Solok Reinier Dt Intan Batuah, dan Ketua DPC Partai Gerindra Kota Solok Ismael Koto. Tapi, tidak menutup kemungkinan, ketiga nama itu bakal berkolaborasi atau berpasangan di Pilkada 2020.

Adang dielu-elukan sebagai sosok muda dan siap memimpin kota Solok 5 tahun mendatang. Dari komentar di dunia maya hingga di kedai-kedai kopi, Adang disebut-sebut bakal bersanding dengan petahana Wawako Solok Reinier, peraih suara terbanyak Pileg 2019 Ramadhani Kirana Putra, hingga Ketua DPC Gerindra Solok Ismael Koto. Jika terealisasi, peluang Adang untuk BA 1 P atau BA 2 P, bakal terbuka lebar.

Meski begitu, sejarah dan dinamika politik Solok selalu berkata lain. Senantiasa diwarnai dengan torehan yang terkadang tak masuk akal. Sejak Pilkada langsung 2015, Walikota Solok selalu berganti. Mulai dari Syamsu Rahim, Irzal Ilyas, hingga kini Zul Elfian.

Siapa Irman Yefri Adang sebenarnya?

Nama Irman Yefri Adang menjadi nama yang familiar di Kota Solok. Lebih dikenal dengan panggilan Adang, kata terakhir yang mengiringi Irman dan Yefri. Dalam panggilan di Kota Solok dan daerah lain di Sumbar, Adang juga berarti “Kakak nan Gadang” atau kakak yang paling tua.

Meski masih muda, pria kelahiran 2 Maret 1971 itu, dikenal sebagai tempat bertanya dan teman diskusi yang hangat dan penuh solusi. Inilah yang membuat pria yang lahir dan besar dari keluarga pedagang di Pasaraya Solok ini, “disepakati” dengan panggilan Adang.