Kukuhkan 10 Ribu Guru Al-Qur’an, Menteri Agama Berharap Indonesia Bebas Buta Huruf Al-Qur’an
Dalam rangkaian pembukaan Muktamar V Wahdah Islamiyah di Masjid Istiqlal, Jakarta, Menteri Agama Nasaruddin Umar secara resmi mengukuhkan 10 ribu guru Al-Qur’an. Tujuan dari pengukuhan ini adalah untuk mengatasi masalah buta huruf Al-Qur’an di Indonesia.
”Saya kukuhkan sekali lagi 10.000 guru ngaji, selamat jalan, selamat berjuang, dan sekaligus juga membuka Muktamar yang mengusung tema memantapkan persatuan dan kolaborasi menuju Indonesia berkah,” ujar Nasaruddin Umar.
Para guru ngaji tersebut merupakan kader-kader Wahdah Islamiyah yang akan segera bergerak ke masyarakat untuk mengatasi persoalan buta huruf Al-Qur’an. Menurut Nasaruddin Umar, upaya yang dilakukan oleh organisasi ini selaras dengan program Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama dalam mengatasi masalah tersebut.
”Saya memberikan apresiasi yang luar biasa baik kepada para guru 10.000 ini maupun juga kepada Wahdah Islamiyah. Insya Allah kita doakan semoga kalian berhasil, kalau 10.000 orang ini membebaskan 10 orang, Insya Allah dalam tempo tiga tahun Indonesia akan bebas daripada buta huruf Al-Qur’an,” ujarnya.
Peran Ormas Islam dalam Mengatasi Buta Huruf Al-Qur’an
Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa jumlah masyarakat Indonesia yang buta huruf Al-Qur’an mencapai sekitar 60 persen. Ia menilai bahwa tugas ini tidak bisa hanya diemban oleh Kemenag, melainkan membutuhkan peran dan kontribusi dari organisasi masyarakat Islam (ormas) serta seluruh umat.
”Di sinilah peran Ormas Islam, termasuk paling konkrit yaitu Wahdah Islamiyah yang menyumbangkan 10.000 guru Al-Qur’an untuk memberantas buta huruf Al-Qur’an di Indonesia,” tutur Nasaruddin Umar.
Ia juga memberikan apresiasi kepada Pimpinan Wahdah Islamiyah Zaitun Rasmin atas langkah yang dilakukan organisasi keislaman tersebut. Menag meyakini bahwa semua kebaikan yang digerakkan dengan niat yang luhur pasti akan mendapat ridha dari Allah SWT.
”Saudara sekalian para pejuang Islam, jadilah betul-betul sebagai guru (Mursyid). Semoga tentu kita tidak hanya mengajarkan membaca Al Quran tetapi kita juga berharap semoga para guru ini berhasil menembus batin batin para muridnya,” kata Nasaruddin Umar.
Hadirnya Tokoh-Tokoh Penting dalam Pembukaan Muktamar
Pembukaan Muktamar V Wahdah Islamiyah juga turut dihadiri oleh beberapa tokoh penting. Di antaranya adalah Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung, Ketua MUI Pusat KH Anwar Iskandar, serta sejumlah duta besar negara sahabat.
Komitmen Bersama untuk Membangun Indonesia yang Lebih Baik
Kegiatan ini menunjukkan komitmen bersama antara pemerintah dan ormas Islam dalam membangun Indonesia yang lebih baik. Dengan adanya 10 ribu guru Al-Qur’an yang dikukuhkan, diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk mengurangi angka buta huruf Al-Qur’an di tanah air.
Melalui inisiatif seperti ini, diharapkan masyarakat Indonesia dapat lebih memahami dan menghargai nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kolaborasi antara pemerintah dan ormas Islam menjadi salah satu faktor penting dalam mewujudkan tujuan bersama tersebut.






















