Bisnis  

BEI Kepri Ungkap IHSG Mulai Pulih Usai Sempat Anjlok Akibat Sentimen MSCI

IHSG Anjlok
Kepala Wilayah Bursa Efek Indonesia (BEI) Kepri, Indra Novita. (Foto: Patrolmedia)
Panbil Mall

Patrolmedia, Batam – Kepala Wilayah Bursa Efek Indonesia (BEI) Kepri, Indra Novita, menyebut Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai menunjukkan tren positif usai anjlok akibat pernyataan penyedia indeks global, MSCI.

​Novita mengakui, IHSG anjlok beberapa waktu lalu sempat memicu kepanikan di kalangan investor.

Kendati demikian, koreksi tersebut tidak berdiri sendiri. Faktor eksternal seperti arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed) serta dinamika sosial-politik turut memengaruhi pergerakan pasar.

​”Kekhawatiran investor pasti ada karena rekomendasi MSCI biasanya menjadi acuan bagi investor global maupun domestik,” kata Indra di kegiatan Media Gathering di Baba Seafood Restaurant, Batam Center, Jumat sore (23/10/2026).

Ia mengatakan, meski sempat terkoreksi hingga level 4.900, pasar berangsur pulih dalam 2 hari terakhir dan kembali menembus level di atas 5.000.

“Pemulihan ini terjadi setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama BEI mengambil langkah-langkah strategis untuk mereformasi pasar modal guna mengembalikan kepercayaan investor,” katanya.

​Di tengah fluktuasi pasar, Novita menilai kondisi saat ini justru menjadi momentum yang tepat bagi investor berpengalaman untuk mengoleksi saham dari emiten yang memiliki fundamental dan kinerja yang baik.

“Kalau investor yang sudah kawakan gitu ya sudah malang melintang di pasar modal justru inilah saatnya untuk bisa serok saham-saham yang berfundamental yang baik, artinya memiliki kinerja yang baik di perusahaannya,” sebutnya.

​Sementara itu, Novita menambahkam, pertumbuhan jumlah investor di Kepri tercatat menunjukkan tren positif.

Hingga saat ini, pertumbuhan investor secara year-to-date (ytd) di Kepri telah mencapai lebih dari 50 persen, atau hampir setara dengan capaian nasional sebesar 52 persen.

“Artinya KEPRI juga tidak ketinggalan untuk mengejar pertumbuhan investor sama seperti di skala nasional,” pungkasnya. (Erwin)