Patrolmedia, Batam – Badan PBB untuk Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD) menempatkan pelabuhan Batam masuk peringkat ke-6 dari 10 pelabuhan dengan pertumbuhan konektivitas pelayaran tertinggi dalam 1 dekade terakhir (Kuartal II 2016–Kuartal II 2026).
Posisi tersebut menjadikan Batam sebagai hub perdagangan internasional yang semakin diakui dunia.
Pencapaian ini dihitung berdasarkan Port Liner Shipping Connectivity Index (PLSCI).
Dalam laporan UNCTAD, Batam bersanding dengan pelabuhan internasional lainnya seperti Malaga (Spanyol), Puerto Bolivar (Ekuador), Aliaga (Turki), hingga Zhapu (Tiongkok).
Kepala BP Batam Amsakar Achmad mengatakan, prestasi ini tidak lepas dari posisi geografis Batam yang berada di jalur pelayaran internasional.
Tapi, ia menekankan pentingnya pengembangan infrastruktur pendukung agar potensi tersebut maksimal.
“Keunggulan geografis saja tidak cukup. Kita harus memastikan pelabuhan dan infrastruktur pendukung terbangun maksimal agar investasi tumbuh dan memberi manfaat bagi ekonomi masyarakat,” kata Amsakar, Selasa (29/9/2026).
Pertumbuhan konektivitas laut Batam terlihat nyata dari aktivitas di Terminal Peti Kemas (TPK) Batu Ampar.
Sepanjang Januari–Mei 2026, kapal kapal melayani rute langsung (direct call) internasional sebanyak 106 kali.
Angka ini melonjak 212 persen dibanding periode yang sama tahun lalu (34 kunjungan).
Volume peti kemas dari layanan direct call ini juga melesat hingga 125 persen, dari 25.904 TEUs (Januari–Mei 2025) menjadi 58.237 TEUs pada periode yang sama tahun 2026.
Tak cuma di laut, Batam juga memperkuat konektivitas di sektor digital. Pada 20 Juli 2026, jaringan kabel bawah laut Nongsa–Changi Cable (NCC) resmi mendarat di Batam.
Kabel serat optik ini menghubungkan Nongsa Digital Park di Batam langsung dengan Changi di Singapura.
Amsakar mengungkap, fasilitas ini dirancang untuk menopang kebutuhan data center, komputasi awan (cloud), hingga pengembangan kecerdasan buatan (AI).
“Kita ingin Batam terhubung secara fisik melalui pelabuhan, sekaligus terhubung secara digital. Keduanya menjadi kunci utama membangun ekosistem investasi masa depan,” pungkasnya.
(Ipl/Ipl)






















