Alwi Farhan Tersingkir, Fajar/Fikri Jadi Andalan Indonesia di Semifinal Denmark Open 2026

Panbil Mall

Indonesia hanya menyisakan satu wakil di semifinal Denmark Open 2026 setelah Alwi Farhan terhenti di babak perempat final pada Jumat, 16 Oktober 2026, di SJF Bank Arena, Odense, Denmark. Tunggal putra muda itu kalah dari unggulan tuan rumah Anders Antonsen dalam duel dua gim yang berlangsung 56 menit. Satu-satunya tiket Merah Putih ke empat besar kini berada di tangan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, yang ikut melaju usai menundukkan pasangan Thailand.

Alwi datang ke laga ini sebagai kejutan tersisa Indonesia di sektor tunggal putra. Ia sempat memberi perlawanan ketat kepada Antonsen, bahkan beberapa kali memimpin lebih dulu pada awal gim pertama. Namun, peringkat 2 dunia itu perlahan mengambil alih kendali permainan dengan penguasaan area tengah lapangan dan pembacaan arah pukulan yang lebih matang. Alwi kesulitan keluar dari tekanan saat Antonsen mulai menutup ruang serang lawannya.

Situasi pertandingan berubah setelah skor sempat ketat di awal. Alwi tertinggal 6-11 pada interval gim pertama, lalu mencoba mengejar lewat variasi serangan yang lebih berani. Setelah jeda, pukulan-pukulan anak didik Indra Wijaya itu sempat membuat Antonsen ragu, termasuk lewat dropshot yang menipiskan jarak menjadi 11-14. Saat Alwi mendekat hingga 13-14, Antonsen justru kembali rapat dan melaju hingga game point 20-13 sebelum menutup gim pembuka 21-17.

Gim kedua berjalan dengan pola yang mirip, meski Alwi sempat memperlihatkan daya tahan yang mengesankan. Tertinggal jauh 2-7, ia bangkit dan menyamakan kedudukan menjadi 9-9. Reli-reli cepat membuat Antonsen beberapa kali terpaksa bertahan, tetapi Alwi kehilangan momentum karena sejumlah pengembalian yang kurang sabar, termasuk satu smes yang keluar lapangan. Interval gim kedua ditutup Antonsen dengan keunggulan 11-9.

Sesudah jeda, Antonsen kembali menampilkan efektivitasnya dalam memilih momen menyerang. Ia tidak selalu mendominasi dalam tempo, tetapi lebih cermat saat memanfaatkan celah di tengah reli yang cepat dan melelahkan. Laga sempat terhenti ketika Alwi meminta perawatan pada skor 12-15 karena matanya tampak kemasukan sesuatu. Setelah pertandingan dilanjutkan, Alwi tetap berusaha menahan tekanan, tetapi tidak cukup kuat untuk membalikkan keadaan. Gim kedua berakhir 21-16 untuk Antonsen.

Di sisi lain, harapan Indonesia di semifinal tetap terjaga lewat Fajar/Fikri. Pasangan ganda putra peringkat 3 itu menyingkirkan wakil Thailand, Peeratchai Sukphun/Pakkapon Teeraratsakul, dalam dua gim yang juga tidak mudah. Kemenangan ini membuat mereka bergabung dengan tiga pasangan unggulan lain di semifinal, yakni Kim Won-ho/Seo Seung-jae dari Korea Selatan, Liang Wei Keng/Wang Chang dari China, serta Aaron Chia/Soh Wooi Yik dari Malaysia.

Fajar/Fikri selanjutnya akan menghadapi Liang/Wang, lawan yang sudah mereka kenal cukup baik. Juara dunia asal China itu sebelumnya mengalahkan pasangan Indonesia tersebut dua kali beruntun pada Asian Games Aichi-Nagoya bulan lalu. Karena itu, duel semifinal ini menjadi kesempatan balas dendam yang sudah dinanti. Dalam keterangan lewat PBSI, Fajar sempat menegaskan keinginan untuk membalas dua kekalahan tersebut, dan kini kesempatan itu benar-benar datang di Denmark Open 2026.