Patrolmedia, Seoul – Realisasi investasi Korea Selatan di Batam meroket pada semester I 2026 menembus angka Rp1,175 triliun, atau melonjak 4.169,8% dibanding periode tahun lalu.
Capaian ini menempatkan Negeri Ginseng sebagai investor asing terbesar ketiga di Batam dengan porsi 6,60% dari total penanaman modal asing.
Memanfaatkan momentum itu, BP Batam menjemput peluang investasi baru lewat ajang South Korea Aero Summit 2026 dan pertemuan strategis dengan KBRI Seoul pada Rabu (21/10/2026).
Delegasi BP Batam yang dipimpin Anggota/Deputi Bidang Investasi Fary Djemy Francis, bersama Anggota/Deputi Bidang Administrasi dan Keuangan Alexander Zulkarnain serta Direktur Badan Usaha Kawasan Bandara Kurnia Budi, hadir langsung di Korea Selatan untuk memikat para investor.
Fary memapar potensi besar industri penerbangan, bisnis perawatan dan perbaikan pesawat atau maintenance, repair, and overhaul (MRO), hingga kargo udara di Bandara Internasional Hang Nadim.
”Landasan pacu harus menjadi landasan tumbuhnya investasi dan kesejahteraan,” kata Fary dalam keterangannya, Kamis (22/10/2026).
Ia menyebut, pengembangan Hang Nadim yang terintegrasi dengan kawasan industri dan rantai pasok global, didukung kepastian regulasi serta kemudahan berusaha, menjadi kunci utama untuk menarik minat investor jangka panjang.
Pergeseran Sektor Fokus
Lonjakan investasi Korea Selatan di Batam pada semester I 2026 didominasi sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi yang menyerap hingga Rp1,170 triliun atau sekitar 99,6% dari total investasi, utamanya melalui PT Bandara Internasional Batam.
Angka ini jauh bergeser dibanding 2025 lalu, di mana investasi Korsel masih tersebar di sektor perikanan, alat transportasi, mesin, elektronik, hingga kimia dan farmasi.
Dalam rangkaian kunjungan kerja pada 20–24 Oktober 2026 ini, delegasi BP Batam juga menemui Wakil Duta Besar RI untuk Korea Selatan, Ali Andika Wardhana, di KBRI Seoul.
Pertemuan tersebut difokuskan untuk mengidentifikasi perusahaan-perusahaan Korea yang berpotensi berekspansi, memfasilitasi bisnis temu investor, hingga merancang kunjungan langsung calon investor ke Batam.
BP Batam terus menggenjot promosi dengan memanfaatkan status Batam sebagai kawasan perdagangan bebas yang memiliki 4 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) serta 31 kawasan industri.
Sejumlah sektor unggulan yang dibidik meliputi industri elektronik, semikonduktor, komponen kendaraan listrik, rekayasa presisi, hingga teknologi digital.
Selain menghadiri konferensi, agenda kunjungan ini juga diisi dengan studi banding pengelolaan bandara dan kawasan ekonomi di Incheon.
Langkah ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem Bandara Hang Nadim sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat Batam.
(Ipl/Ft)























