Putusan Banding FIM Bikin Poin Veda Ega Pratama Berubah di Moto3

Panbil Mall

Pembalap Indonesia Veda Ega Pratama terancam kehilangan satu catatan podium di Moto3 setelah Pengadilan Banding Internasional Federasi Motor Internasional (FIM International Court of Appeal/CAI) mengabulkan banding Leopard Racing atas sanksi yang diterima Adrian Fernandez. Putusan yang diumumkan Leopard Racing pada Kamis, 15 Oktober 2026, itu membatalkan keputusan diskualifikasi yang sebelumnya dijatuhkan kepada Fernandez pada 5 Juni 2026.

Kasus ini berawal dari inspeksi teknis terhadap dua mesin yang dipakai Fernandez dalam enam seri awal musim. Hasil pemeriksaan menemukan segel mesin dalam kondisi rusak, sehingga pembalap Leopard Racing itu dijatuhi hukuman diskualifikasi dari enam balapan pertama. Karena penalti tersebut, Fernandez sempat kehilangan 71 poin dan perubahan itu ikut mengerek posisi para rivalnya, termasuk Veda.

Leopard Racing menggunakan motor yang dipasok Honda, dan dampak sanksi itu terasa langsung di klasemen. Veda memperoleh tambahan poin dari hasil finis di belakang Fernandez pada GP Spanyol dan GP Prancis. Keuntungan paling besar datang di Prancis, ketika pembalap rookie Honda Team Asia itu naik ke posisi keempat setelah tampil mengejar ketertinggalan secara impresif.

Sebelumnya, Leopard sudah mengajukan keberatan melalui FIM Appeal Steward, namun upaya itu ditolak. Mereka kemudian membawa perkara ini ke CAI dan akhirnya mendapat hasil positif. Dalam pernyataannya, CAI menyebut banding dikabulkan karena pertimbangan substansial, sekaligus membatalkan keputusan Panitia Banding FIM tertanggal 5 Juni 2026. CAI juga memerintahkan otoritas olahraga terkait untuk menindaklanjuti konsekuensi dari putusan tersebut.

Sky Sport Italia melaporkan, FIM juga diminta membuat prosedur pengawasan yang bisa diverifikasi saat tim menyerahkan mesin kepada pabrikan pada akhir masa pakai. Selain itu, federasi tersebut wajib menanggung biaya hukum dari proses ini. Leopard Racing sendiri memakai lima pengacara, termasuk Jean-Louis Dupont, sosok yang dikenal lewat perkara Bosman di sepak bola.

Dengan dibatalkannya hukuman Fernandez, perolehan poin Veda ikut berubah. Dari situasi sebelumnya, pembalap berusia 17 tahun itu hanya mendapat tambahan empat poin dari penalti rivalnya. Artinya, total 115 poin yang sempat tercatat di klasemen sementara akan turun menjadi 111 poin. Sebaliknya, poin Fernandez naik dari 71 menjadi 148 poin dan membuatnya kembali menjadi pembalap Honda NSF250RW teratas.

Bagi Veda, penyesuaian ini tidak menghapus kesan positif dari musim debutnya di Moto3. Ia tetap menunjukkan performa menjanjikan, bahkan jumlah poinnya masih melampaui catatan Ai Ogura ketika debut di kelas yang sama bersama Honda Team Asia pada 2019. Hingga putusan ini keluar, hasil tiga besar Veda untuk sementara hanya terjadi di GP Brasil, saat ia finis ketiga tepat di depan Fernandez.