Patrolmedia, Dubai – Perang di Timur Tengah kian mengkhawatirkan. Angkatan militer Arab Saudi dan kelompok Houthi yang didukung Iran kini terlibat aksi saling serang di wilayah perbatasan.
Melansir Reuters, Jumat (18/9/2026), pertempuran sengit ini membuat warga Yaman panik. Mereka nekat menerjang bahaya mengarungi Laut Merah pakai perahu kecil demi melarikan diri dari wilayah konflik.
Di saat yang sama, konflik ini kian mengancam pasokan minyak dunia.
Saling Bombardir dan Jatuhnya Korban Jiwa
Saluran televisi milik Houthi melaporkan serangan udara terbaru Saudi menghantam Provinsi Hajjah di dekat perbatasan, serta wilayah Taiz di bagian selatan.
Tak tinggal diam, Houthi meluncurkan serangan balasan menggunakan drone dan rudal ke wilayah Saudi.
Otoritas Pertahanan Sipil Arab Saudi mengonfirmasi seorang warga Yaman tewas terkena serpihan drone yang berhasil dicegat di atas Kota Taif.
Ini menjadi korban jiwa pertama di pihak Riyadh sejak pertempuran memanas pekan lalu, setelah sebelumnya lebih dari 80 orang dilaporkan luka-luka.
Houthi juga mengklaim telah menembak jatuh jet tempur F-15 milik Arab Saudi. Video yang dirilis memperlihatkan para pejuang Houthi berada di lokasi jatuhnya pesawat sambil menunjukkan puing sayap bertuliskan lambang Saudi.
“Kami ingin Saudi menghentikan blokade, menghentikan pendudukan, dan mengakhiri agresi terhadap negara kami!” tegas Pemimpin Houthi, Abdul Malik al-Houthi, dalam pidato televisinya.
Kisah Pilu Pengungsi: Menerjang Lautan Tanpa Makan
Dampak perang menghantam keras warga sipil. Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) mencatat lebih dari 100.000 warga Yaman kini terpaksa mengungsi.






















