Rudal Iran Hujani UEA, Fasilitas Minyak Fujairah Meledak

Rudal Iran Serang UEA
Kelompok garis keras Iran berkumpul pada Selasa malam ketika kemungkinan pembicaraan di Islamabad dengan Amerika Serikat gagal, dengan anggota Garda Revolusi paramiliter Iran dilaporkan membawa rudal balistik ke acara-acara di Teheran. (Foto: Screenshot/APNews)

Patrolmedia, Dubai – Uni Emirat Arab (UEA) melaporkan adanya serangan rudal Iran untuk pertama kalinya sejak gencatan senjata.

Otoritas UEA mengecam keras tindakan ini dan menyebutnya sebagai “agresi pengkhianatan” yang dilakukan oleh Teheran.

Pada Senin, (4/5/2026) waktu setempat, 4 peringatan rudal dikeluarkan yang memaksa warga UEA mencari tempat berlindung.

Dampaknya, sejumlah pesawat komersial menuju pusat perjalanan global seperti Dubai dan Abu Dhabi, terpaksa putar balik di udara.

Fasilitas Minyak Fujairah Jadi Sasaran

Serangan dilaporkan menyasar wilayah Fujairah, merupakan titik krusial jalur pipa minyak UEA untuk menghindari Selat Hormuz.

Selain memiliki fasilitas penyimpanan minyak yang luas, wilayah ini adalah akses laut utama UEA di Teluk Oman.

“Serangan-serangan ini merupakan eskalasi yang berbahaya dan pelanggaran yang tidak dapat diterima,” tegas Kementerian Luar Negeri UEA dalam pernyataan resminya, sebagaimana dilansir APNews.

Selain di UEA, serangan menyasar bangunan tempat tinggal di dekat selat wilayah Oman.

Insiden tersebut mengakibatkan 2 pekerja asing terluka dan sejumlah kendaraan serta bangunan rusak.

Di sisi lain, Iran terus berupaya mempertahankan kendali atas Selat Hormuz.

Militer Iran memperingatkan setiap kapal melintas, wajib berkoordinasi dengan mereka atau akan menghadapi risiko serangan.

“Kami ingatkan setiap kekuatan militer asing, terutama militer AS yang berniat masuk Selat Hormuz akan jadi sasaran,” tegas Mayjen Ali Abdollahi melalui televisi pemerintah IRIB.

Berikut beberapa insiden di laut yang dilaporkan:

  • Terjadi ledakan dan kebakaran di kapal milik Korea Selatan yang berlabuh di lepas pantai UEA.
  • Donald Trump menyebut Iran telah “menembak” kapal kargo Korea Selatan tersebut.
  • UEA menuduh 2 drone Iran menargetkan kapal tanker milik perusahaan minyak utama mereka saat melintasi selat.

Ketegangan ini telah mencekik pasokan energi global, memicu lonjakan harga minyak dan gas di Eropa serta Asia.

AS memberlakukan blokade angkatan laut terhadap pelabuhan Iran sejak 13 April dan memaksa sedikitnya 49 kapal komersial berbalik arah.

Blokade ini bertujuan untuk menekan pendapatan minyak Teheran agar mau memberikan konsesi dalam pembicaraan program nuklir.

Namun, hingga saat ini negosiasi masih menemui jalan buntu.

Iran mengajukan proposal perdamaian yang menuntut pencabutan sanksi, penghentian blokade, dan penarikan pasukan AS dari kawasan tersebut.

Tapi Trump meragukan proposal Iran yang akan menghasilkan kesepakatan nyata untuk mengakhiri perang.

 

(Iwn/EN)