Arab Saudi dan Houthi Saling Serang
Kisah memilukan datang dari Wahida Omer (50). Ia selamat sampai di pesisir Djibouti, Afrika, usai menyeberangi Selat Bab el-Mandeb yang ganas dengan perahu kecil. Desa tempat tinggalnya di Dhubab hancur diserang.
“Lautnya sangat menakutkan dan berat. Semua orang di perahu menangis sepanjang jalan, dan kami tiba pun masih menangis,” tutur Wahida.
Ia terpaksa meninggalkan suaminya dan hingga kini tidak tahu apakah sang suami masih hidup, tewas, atau ditangkap pasukan Houthi.
Harga Minyak Dunia Melonjak
Meluasnya pertempuran ke Yaman dan Arab Saudi membuat krisis energi global kian parah. Kondisi ini menyusul ketegangan yang sebelumnya sudah terjadi akibat serangan AS dan Israel ke Iran sejak Februari lalu.
Harga minyak mentah dunia bertahan tinggi di atas USD 100 per barel. Di AS, harga eceran solar bahkan mencetak rekor tertinggi baru mendekati USD 6,40 per galon.
Jalur distribusi minyak utama kini berada dalam ancaman serius:
Selat Hormuz: Iran menutup jalur vital keluar-masuk Teluk ini dan menolak membukanya sebelum AS mencabut blokade pelabuhan.
Selat Bab el-Mandeb: Houthi berhasil menguasai wilayah pantai dan pulau-pulau strategis di mulut Laut Merah.
Pipa Minyak Saudi: Jalur Pipa Timur-Barat milik Arab Saudi terpaksa berhenti beroperasi akibat serangan yang diduga berasal dari milisi di Irak.
Sikap Donald Trump
Di tengah eskalasi yang meningkat, Presiden AS Donald Trump menolak permintaan Arab Saudi untuk memberikan bantuan militer dalam melawan Houthi.
“Mudah-mudahan kita menuju akhir perang. Iran ingin membuat kesepakatan, kita lihat saja nanti,” ujar Trump kepada wartawan.
Meskipun demikian, hingga saat ini belum ada negosiasi resmi yang berjalan antara AS dan Iran untuk mengakhiri krisis perang di kawasan tersebut.
(Kml/Ft)






















