Patrolmedia, Kairo – Sebuah kapal kargo Iran diserang di dekat Pulau Qeshm, Selat Hormuz, Minggu pagi. Insiden ini menewaskan 1 orang dan melukai 4 lainnya.
Kantor berita IRNA melaporkan, Pemerintah Iran menuduh “musuh teroris” berada di balik serangan tersebut.
Sampai saat ini, militer AS belum memberikan respons resmi terkait tuduhan tersebut.
Pulau Qeshm sendiri berada sekitar 22 kilometer dari Bandar Abbas dan menjadi titik krusial bagi Iran untuk mengontrol Selat Hormuz.
Saling Gertak Pezeshkian dan Trump
Melansir APNews, Senin (14/9/2025), beberapa jam sebelum kejadian, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan posisi negaranya yang tidak akan tunduk pada tekanan luar.
”Rakyat kami tidak bisa dipaksa tunduk. Iran tidak akan menyerah,” tulis Pezeshkian di akun media sosialnya.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump memberikan klaim berbeda. Trump menyebut Iran sebenarnya sedang panik dan terus berupaya membuka ruang negosiasi.
”Iran sangat ingin membuat kesepakatan sampai mereka terus-menerus menelepon,” kata Trump saat berada di Doonbeg, Irlandia.
Saat ditanya wartawan, apakah AS yang menembak kapal kargo Iran tersebut? Trump enggan menjawab tegas.
”Saya tidak ingin mengatakannya,” jawab Trump singkat sebelum terbang ke Washington menggunakan Air Force One.
Dampak dari meningkatnya ketegangan ini, rencana pertemuan para Menteri Luar Negeri negara kawasan di Oman yang dijadwalkan pada Senin resmi, ditunda.
Rapat tersebut tadinya digagas Iran dan Oman untuk membahas aturan navigasi di Selat Hormuz.
Menteri Luar Negeri Oman, Badr Albusaidi, mengonfirmasi penundaan tersebut demi mengumpulkan kesepakatan bersama yang lebih mantap.
”Kami tetap berkomitmen mendorong dialog demi stabilitas kawasan,” ujar Albusaidi.
Sebelum dibatalkan, hanya Irak yang mengonfirmasi hadir. Sementara Bahrain menolak datang karena tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Teheran.
Lalu Lintas Laut Lumpuh dan Risiko Kebocoran Minyak
Kondisi di Selat Hormuz saat ini relatif sepi akibat rentetan konflik maritim. Lembaga pemantau Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) mengonfirmasi adanya kapal yang diserang proyektil hingga mengalami kebakaran hebat di selat itu.
AS juga melaporkan adanya potensi kebocoran minyak dalam jumlah besar di kawasan itu, sementara armada militer mereka terus mengawal kapal-kapal melintasi pantai Oman di tengah ancaman serangan balasan.
(Ipl/Ft)






















